Pos Pamtas TNI Amankan Pelintas Batas Ilegal Warga Malaysia

SANGGAU (Kalbar), Centralberita.id Seorang warga negara Malaysia berinisial RK berusia 27 tahun telah diamankan anggota Pos Pamtas TNI saat melintas dengan kondisi mabuk di pos pemeriksaan Dusun Segumun, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau pada Senin (20/07/2020).

Kejadian berawal saat anggota Satgas Pamtas Yonif R 641/Bru pada Sabtu malam (18/07/2020) melihat orang tersebut masuk dari arah Malaysia. Ketika diperiksa, ternyata yang bersangkutan dalam pengaruh minuman keras. Kemudian saat diminta untuk menunjukkan kartu identitas, seperti Pas Lintas Batas, Paspor atau dokumen lainnya, RK tidak dapat memenuhinya.

Setelah dilaksanakan interogasi singkat bersama dengan tokoh adat Desa Segumun, diketahui bahwa yang bersangkutan merupakan warga negara Malaysia yang tinggal di daerah Mongkos.

Mengetahui bahwa yang diamankan oleh anggota Pos Segumon adalah warga negara Malaysia, Dan SSK III Satgas Pamtas Yonif R 641/Bru, Lettu Inf Komang Adi melaporkan hal tersebut kepada Dansatgas Yonif R 641/Bru untuk penanganan proses lebih lanjut.

Dansatgas Yonif R 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono saat ditemui di Pos Kotis Entikong membenarkan kejadian tersebut bahwa anggotanya dari Pos Segumun telah mengamankan 1 orang WNA asal Mongkos, Malaysia saat melintasi pos pemeriksaan.

“Kami sudah memproses kasus ini dengan berkoordinasi ke pihak Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong untuk ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku terkait dengan WNA,” jelas Kukuh.

Dimasa pandemi Covid-19 ini, pintu perbatasan resmi melalui PLBN dan pintu perbatasan tradisional yang dilalui masyarakat setempat dengan menggunakan Pas Lintas Bantas masih ditutup untuk aktivitas sosial dan ekonomi. Selain itu, perintah pengetatan pengawasan jalur-jalur tidak resmi telah dikeluarkan untuk pencegahan penularan wabah Covid-19.

“Pengetatan pengawasan jalur-jalur tidak resmi atau jalan tikus di sepanjang perbatasan negara saat ini menjadi salah satu prioritas tugas Satgas Pamtas TNI,“ lanjut Kukuh. (Fernando Manurung)

Editor : Christian Bostang Hutagaol