Oknum Kades Di Banyuwangi ,Di Duga Terlibat Penipuan 159 Ton Beras

BANYUWANGI, Centralberita.id – Penipuan yang bermodus ‘Pembelian’ sangat sering terjadi di setiap tempat. Hal itu sudah menjadi biasa di kalangan masyarakat. Kali ini sebuah penipuan yang di lakukan Oleh Hj Nihayah terhadap pihak Pertani Sempu di Kantor Pertani masuk Dusun Krajan, Desa Sempu, Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi.

Ketika di temui Team Centralberita.id, Purwanto selaku yang di rugikan dan di tipu sangat kecewa sekali. Bertahun – tahun hutang ini belum di lunasi. Pada awalnya Hj. Nihayah (45), yang beralamat Dusun Popongan, Rt 01/1, Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, telah membeli beras kepada pihak Pertani Sempu dan Pertani Muncar pada Bulan Juli sampai dengan Bulan Agustus 2009. Pembayarnya setalah beras satu bulan di bawa, kemudian setelah membawa beras sebanyak 159 Ton.

Kemudian pelaku memberikan Bilyet GIRO sebanyak 3 lembar sebesar Rp 135.875.000,- (seratus tiga puluh lima juta delapan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah), namun pada saat Bilyet GIRO tersebut di cairkan di Bank Danamon Genteng teryata Bilyet GIRO tersebut tidak ada uangnya, alias kosong.

Selanjutnya pihak Pertani menemui pelaku dan pelaku mengatakan akan membayar satu minggu lagi serta menunggu kiriman uang dari bali, namun setelah satu minggu kemudian, teryata pelaku sudah tidak ada dan melarikan diri.

Di karenakan kerugian pihak Pertani sangat besar dengan jumlah kurang lebih Rp 1.100 .000.000 (satu milyar seratus juta ) maka pihak petani mengabil langkah Hukum dan melaporkan Ke Polsek Sempu yang di wakili Oleh Pelapor Purwanto yang kebetulan sebagai Pegawai PT Pertani (PERSERO), akan tetapi sampai hari ini tidak mebuahkan hasil dari pihak pelaku.

Walaupun dengan segala upanya untuk menagih sampai para pelaku membuat Perjanjian Hutang Piutang yang di ketahui oleh anak nya yang bernama Rizal, akan tetapi tidak ada Etika baik sedikit pun untuk melaksanakan pembayaran .

Di sela sela kesibukannya yang padat, Purwanto saat sempat kami temui, beliau menyampaikan bahwa Hukum akan di tegakkan secara adil.

“Saya berharap mudah – mudahan Hukum berjalan dengan adil terhadapnya (Pelaku), agar supaya saya bisa bernafas dengan lega, ” ujar Purwanto dengan menghela nafas panjang. (Team OAESI)