Aliansi Pekerja Seni Surabaya (APSS) Datangi Gedung Dewan Terkait Peraturan Perwali No 33 Tahun 2020

SURABAYA,centralberita.id – Paguyuban seni yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Seni Surabaya (APSS) datangi gedung dewan terkait peraturan perwali No.33 tahun 2020 tentang perubahan atas perwali Nomer 28 tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru pada kondisi pandemi Corona virus Covid-19, dikantor DPRD Jl. Yos Soedarso No.18-22 Surabaya. Kamis (23/7/20)

Pandemi Wabah Covid-19 yang efeknya sangat besar melumpuhkan sendi-sendi ekonomi kehidupan di semua lini bidang. Baik itu pekerja, Pelaku UMKM, Guru, hiburan dan pengusaha.

Tak terkecuali pekerja seni di Kota Surabaya yang selama kurang lebih lima bulan yang menganggur alias tidak bekerja dikarenakan aturan yang kurang jelas untuk pekerja seni.

Kali ini pekerja seni yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Seni Surabaya (APSS) yang didalamnya ada Perkumpulan Pembawa Acara Jawa Timur (PPAJT), Paguyupan Sound System Surabaya (PSSS), Komunitas Musisi Surabaya, Komunitas Singer Surabaya, Komunitas Persewaan alat pesta (Terop), Pelaku usaha Event Organizer (EO), Pelaku Wedding Organizer, Pelaku Usaha Lighting dan Shooting nampak beramai-ramai mendatangi Gedung DPRD Kota Surabaya guna menyampaikan keluh kesah, minta kejelasan nasib mereka dan uneg-uneg mereka kepada wakil rakyat yang duduk di DPRD Kota Surabaya.

Tampak terlihat perwakilan pelaku seni yakni Java Angkasa Selaku Ketua Aliansi Pekerja Seni Surabaya (APSS), Agus, Imron Sadewo, Yudi Reog dan pelaku usaha seni lainnya yang disambut dengan terbuka oleh Arief Fathoni, SH selaku anggota DPRD Kota Surabaya Komisi A dari Fraksi Golkar.

Dalam penyampaian aspirasinya saat duduk bersama dengan Arief Fathoni, SH Selaku Anggota DPRD kota Surabaya Komisi A Imron Sadewo selaku Pekerja seni menyampaikan, Bagimana solusinya dari kami pekerja seni selama wabah Covid-19 terkait urusan perut, dan solusi Perwali Nomor 33 Tahun 2020 agar ada kebijakan dari Walikota supaya kami dapat bekerja lagi serta dapur kami terus bisa mengebul?

Sedangkan Yudi Reog sebagai pekerja seni dalam menyalurkan aspirasinya dengan Komisi A menanyakan Bagaimana nasib kami sebagai pekerja seni di Tengah Pandemi Covid-19 yang sudah tidak bekerja selama 4 bulan lebih.

“Sebagai warga Kota Surabaya, Kami ingin keadilan, kami butuh makan dan kami juga butuh kejelasan agar kami bisa bekerja dan mencukupi kebutuhan keluarga kami,” Ungkapnya, Kamis (23/7/2020) Pukul 12.00 WIB.

Kemudian, Java Angkasa selaku Ketua APSS ankat bicara dan mengatakan, Kami meminta kepada Pemkot Surabaya beserta dinas terkait untuk mensosialisasikan serta merealisasikan secara struktural dari tingkat Muspida sampai ke tingkat Muspika bahkan tingka Desa tentang perijinan Pelaksanaan kegiatan hiburan.

“Sekali lagi kami tegaskan kepada Walikota Surabaya dan Pemkot Surabaya, Kami meminta agar memberikan solusi kepada Kami selaku Aliansi Pekerja Seni Surabaya (APSS) terkait aturan yang jelas tentang prosedur perijinan pelaksanaan hiburan di masa menuju New Normal sesuai dengan Prosedur Protokol Kesehatan. Segera pertemukan kami dengan Ibu Walikota Surabaya Tri Risma Harini, ” Beber Java Angkasa saat menyampaikan aspirasinya kepada Fathoni panggilan akrab anggota DPRD kota Surabaya Komisi A.

Setelah itu kemudian Arief Fathoni, SH Selaku Anggota DPRD Kota Surabaya Komisi A mengatakan, Terimakasih atas kedatangan teman-teman dari pekerja dan pelaku seni dan atas semua aspirasinya yang telah disampaikan kepada saya.

“Saya adalah pesuruh dan pelayan rakyat, Wajib hukumnya menyampaikan apa yang disuarakan rakyat, Saya sebenarnya tidak setuju dan mengkritisi terkait Perwali Nomor 33 Tahun 2020. Nantinya ini semua secepatnya akan saya sampaikan kepada Ketua Dewan DPRD Kota Surabaya agar segera dilakukan Hearing,” Katanya.

Ditambahkannya, Hearing akan dilakukan Insya Allah seminggu kemudian setelah pertemuan ini.

“Entah Hearing itu dilakukan oleh Komisi A ataupun Komisi D. Hasil pertemuan ini akan segera saya laporkan kepada Ketua DPRD Kota surabaya yakni Bapak Adi Sutarwijono,” Pungkasnya.

Jurnalis: Bledex
Editor: Maksum Af

LIHAT VIDEO TERKAIT BERITA DIATAS;