Terkait Pencemaran Limbah Di Sungai Inip, Dinas LH Provinsi Dan Kabupaten Investigasi Langsung Ke Lapangan

SANGGAU (Kalbar), Centralberita.id Rombongan Tim investigasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten serta Dinas LH Provinsi melakukan kunker (kunjungan kerja) ke kantor Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat pada Rabu siang (29/07/2020) sekitar pukul 11:30 WIB.

Kedatangan rombongan Tim LH (Lingkungan Hidup) tersebut terkait pemberitaan di sejumlah media Online adanya dugaan pencemaran limbah yang berasal dari pabrik minyak sawit milik PT. GKM (PT. Global Kalimantan Makmur) yang berlokasi di Dusun Setogor, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau hingga limbah tersebut mencemari ke sungai Sekayam melalui anak sungai inip dan anak sungai setogor.

Kedatangan tim tersebut di sambut Pj. Kades Sotok, beserta Kaur Desa, Bhabinkamtibmas dari Polsek Sekayam dan Kacim selaku Temenggung desa Sotok.

Sementara itu, rombongan tim berjumlah lima orang masing-masing Rahmadi Asri dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau, Osman Mubin dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau Amran, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat Ferry. S dan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat yaitu Hendra.

“Kami, dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Barat bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sanggau juga dari Disbun Provinsi Kalbar atas perintah bapak Gubernur untuk melakukan kebenaran terkait pencemaran limbah dari PMS PT. Global Kalimantan Makmur yang dimuat oleh sejumlah media belum lama ini,” ungkap Amran selaku Dinas LH Provinsi Kalbar.

Fery mengatakan bahwa pihaknya juga sudah mendatangi lokasi anak sungai inip serta mengambil air sebagai sampel untuk dilakukan uji laboratorium, dan itu memerlukan 5 hari untuk dapat mengetahui hasilnya.

“Selain itupun kami ingin langsung mengecek apakah benar limbah milik PT. GKM masih mengaliri ke sungai sekayam hingga sekarang nanti kita akan memberi tau kepada Pj. Kades Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau Kalbar, Siban,” jelas Amran.

Sementara itu, Kacim warga masyarakat Dusun Keladang Satu, Desa Sotok juga mengatakan bahwa kejadian adanya kebocoran limbah dari Pabrik Minyak Sawit milik PT. GKM terjadi dari tahun 2016 hingga 2018.

“Dimana hal tersebut sering kami melaporkan kepada manajenen PT. GKM untuk segera memperbaiki tanggul kolam limbah yang waktu itu sering kali meluap hingga dampaknya air limbah tersebut mengalir pada anak sungai Inip dusun Kubing juga anak sungai aliran Setogor yang bermuara di sungai Sekayam,” ungkap Kacim.

Kacim berani berkata benar karena pada tahun 2018 dirinya sering berladang di kawasan tersebut dimana pada waktu itu dampaknya aliran sungai inip berwarna hitam dan ikan-ikan yang berada di aliran sungai itupun banyak mengalami kematian.

“Bahkan untuk nantipun sudah tidak bisa lagi,”ungkap Kacim yang juga Temenggung Desa Sotok.

Penjabat Kepala Desa atau Pj. Kades Sotok mengharapkan kepada media massa kiranya selalu memberikan berita benar serta positif agar tidak menjadi kepanikan publik bahwasannya hingga sampai saat ini masih adanya limbah PMS PT. Global Kalimantan Makmur masih mengaliri ke sungai Sekayam.

“Semoga situasi ini dapat dilakukan perbaikan atas pemberitaan tersebut,” ungkap Pj. Kades Sotok. (Fernando Manurung)

Editor : Christian Bostang Hutagaol