Wujud Kepedulian Satgas Yonif R 641/Bru Dalam Kegiatan Karya Bhakti Bersama Dan Membagikan Alkitab

BENGKAYANG (Kalbar), Centralberita.id. Sebagai bentuk toleransi sesama umat beragama, Pos Kout dan Pos Koki SSK Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 641/Bru yang dipimpin oleh Perwira Pembinaan Mental, Lettu Inf Indra Paradjan, melaksanakan kegiatan Karya Bhakti bersama masyarakat dan jemaat Gereja PIBI Imanuel, Sungai Take, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang dan juga membagikan Alkitab Kamis (06/08/2020).

Dansatgas Yonif Raider 641/Bru, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono, menyampaikan bahwa dijadikannya sasaran tempat peribadatan umat Kristiani dalam kegiatan karya bhakti tersebut sebagai wujud kepedulian TNI dalam membina hubungan yang harmonis antar umat beragama yang ada di wilayah Jagoi Babang sehingga tercipta suasana yang aman dan kondusif.

Sebelumnya anggota Satgas Yonif Raider 641/Bru juga mengadakan perehaban dan karya bhakti di Masjid Sirotul Jannah dan gereja- gereja lainnya di wilayah Jagoi Babang. Hal ini untuk meneruskan kedekatan antara TNI dengan umat beragama di wilayah perbatasan Jagoi Babang.

Dansatgas juga mengungkapkan kegiatan pembersihan gereja dan pembagian Alkitab ini bukan yang pertama kali dilakukan.

“Dalam setiap kesempatan kami selalu menekankan kepada anggota untuk selalu membangun hubungan baik dengan masyarakat. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan sosial seperti saat ini,” Kukuh menjelaskan.

Pendeta Simon Keo, S.Th. (48) selaku pendeta muda Gereja PIBI Imanuel Sei Take, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas Yonif Raider 641/Bru, dalam hal ini Pos Kout dan Pos Koki SSK ll Jagoi Babang, yang dengan ikhlas bersama-sama dengan jemaatnya membersihkan gereja dan membagikan Alkitab kepada anak-anak.

“Kami berterima kasih atas bantuan alkitab untuk gereja kami ini. Bantuan ini akan sangat bermanfaat kami jemaat dan anak-anak kami. Dan semoga kebaikan bapak-bapak TNI ini akan mendapatkan balasan dari Tuhan,” ucap Simon. (Fernando Manurung)

Editor : Christian Bostang Hutagaol