Oknum Kepala Desa Sungai Dangin Pecat Empat Orang Perangkat Desa Tanpa Alasan Yang Jelas

SANGGAU (Kalbar), Centralberita.id Diketahui empat orang Perangkat Desa di Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat menjadi korban pemecatan secara sepihak tanpa adanya kejelasan dan dasar apapun oleh Kepala Desa Sungai Dangin yang baru menjabat selama satu bulan tersebut.

Adapun dari nama-nama ke empat perangkat Desa yang menjadi korban pemecatan tersebut diantaranya yakni Thomas Idek, Susilianus Edy Santoso, Sekundus dan Marselinus Demes.

Jauh sebelumnya jabatan yang telah di emban oleh ke empat kaur desa tersebut terutama dari Thomas Idek, menjabat sebagai Kasi Pemerintahan, Susilianus Edy Santoso menjabat sebagai Kaur Umum, Sekundus menjabat sebagai Kasi Pembangunan dan Marselus Demes menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes).

Sementara itu Pemecatan terhadap ke empat perangkat desa tersebut di lakukan oknum Kepala Desa bernama Nubertus Nubri, ST yang tentunya mendapat dukungan dari Camat Noyan yaitu Niko Martoyo yang sekarang sudah menjabat sebagai Camat di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau.

Termasuk juga Yohanes Alian selaku Pj.Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (Dinas PMPD) Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

Adanya aksi pemecatan ke empat orang perangkat desa Sungai Dangin tersebut dilakukan oknum Kades Sungai Dangin tersebut yang terjadi pada 29 April 2019 tahun lalu secara sepihak dan tanpa alasan apapun juga.

Kepada Centralberita ketika itu berkunjung ke Dusun Tukun, Desa Sungai Dangin, (07/08/2020) Thomas Idek yang didampingi Susilianus Edy Santoso,yang mengatakan bahwa aksi pemecatan secara sepihak oleh oknum Kepala Desa yang baru.

“Serta camat Noyan yang lama membuat kami bertiga merasa tidak terima, karena pemecatan tersebut sama sekali tidak memiliki alasan apapun. Apalagi Oknum Kades baru saja menjabat sebulan lebih, selain itu oknum Kades Sungai Dangin memprioritaskan kedudukan keluarganya sebagai Kasi Bendahara yang bernama Kapun, SP dan beberapa kasi lainnya yang berasal dari tim sukses waktu pemilihan Kepala Desa sungai Dangin,” jelas Thomas Idek.

Dikatakannya Thomas Idek juga, terkait dengan masalah ini, dirinya bersama ketiga rekannya yang menjadi korban pemecatan oleh Oknum Kades melakukan pengaduan untuk mencari keadilan tentunya melalui surat yang tertanggal 06 Juli 2020.

“Surat yang kami tujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, serta tembusannya kami sampaikan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (Dinas PMPD) Kabupaten Sanggau dan Bupati Sanggau,” tambah Thomas Idek.

Selain itu juga Thomas Idek beserta rekannya melaporkan hal tersebut pada pihak PTUN di Pontianak pada tanggal 20 April 2020 tetapi dalam pemeriksaan berkas pada tanggal 05 Mei 2020 dan tidak ditemukan surat pemberhentian pihak Oknum Kades Sungai Dangin.

“Menurut hakim kasusnya tidak bisa di gugat di PTUN dengan dasar tidak ada orang yang diberhentikan, tapi mendadak keluar SK baru, jadi perbuatan melawan hukumnya ada namun kasus ini harus di gugat perdata ke Pengadilan Negeri, sekanjutnya kami melakukan pendaftaran di Pengadilan Negeri Sanggau, Kalbar per tanggal 16 Juni 2020 dan telah melewati sidang pertama yaitu pada 30 Juni 2020 lalu,” tambah Thomas Idek.

Kasusnya menurut Thomas Idek hingga sampai saat ini sedang bergulir di Pengadilan Negeri Sanggau. Selanjutnya, ke empat orang Perangkat Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau berharap kasus ini segera dapat diselesaikan dengan segera oleh pihak pihak terkait agar menjadi jelas.

“Demi tegaknya keadilan kami juga meminta kepada aparat terkait untuk melakukan pemeriksaan, penindakan bahkan pencopotan jabatan kepada Oknum Kades Sungai Dangin, Mantan Camat Noyan, dan Oknum Dinas PMPD Kabupaten Sanggau,” pungkas Thomas Idek dengan nada kesal. (Fernando Manurung)

Editor : Christian Bostang Hutagaol