Puluhan Warga Desa Tanjung Hulu Mendatangi Kantor Polsek Sepauk

SINTANG (Kalbar), Centralberita.id Pada hari Jumat (07/08/2020), sekitar pukul 9:30 WIB puluhan warga Desa Tanjung Hulu mendatangi kantor Polsek Sepauk. Pasalnya warga meminta aparat kepolisian bertindak tegas dalam menanggani kasus pencurian yang dialami oleh Beruri yang merupakan korban dari pencurian.

Dimana Beruri sebagai korban, merasa jangal dengan kasus persidangan pertama pada bulan April 2020 lalu dimana tersangka yaitu Rohimin alias Bujang Nyamok sebagai penadah barang curian dijadikan saksi dalam persidangan yang di gelar di Pengadilan Negeri Sintang.

“Padahal seperti kita ketahui bahwa saudara Bujang Nyamok adalah penadah barang curian, kok bisa dijadikan saksi,” ungkap Beruri saat dikonfirmasi dirumah nya di Desa Tanjung Hulu, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Menurut Beruri tersangka ini sebagai penadah akan tetap tidak di tangkap dan dipenjarakan.

“Makanya saya dan puluhan warga lain nya datang ke Kapolsek untuk meminta keterangan pihak kepolisian,” ujar Beruri.

Turut hadir juga Nonok selaku Kepala Desa Tanjung Hulu saat mendatangi Polsek Sepauk tersebut.

“Jadi saya juga ingin tahu kinerja aparat Kepolisian Sepauk, kenapa hal semacam ini bisa terjadi, dan apa alasan warga Desa Tanjung Hulu sampai mendatangi Polsek Sepauk bersama warga,” jelas Nonok selaku Kades Tanjung Hulu.

Kepala Desa Tanjung Hulu juga menjelaskan bahwa kasus pencurian yang dilakukan tersangka sudah berulang kali dilakukan. Terjadi pertama kali sekitar tanggal 29 April 2020.

“Dimana¬† saudara Bujang Nyamok adalah dalang pencurian yang dilakukan oleh dua orang pelaku pencuri. Ada apa kok si Bujang Nyamok bebas berkeliaran dan tidak ditahan. Otak pelaku pencurian di jadikan saksi dan hanya dikenakan pasal penadah. Ada apa dibalik ini semua,” ujar Nonok Kades Tanjung Hulu.

Nonok juga menjelaskan jika memang penadah barang curian tidak dilakukan penahanan atau penangkapan dirinya meminta pada pihak Kepolisian Sektor Sepauk membuat surat pernyataan diatas materai kalau jadi penadah barang curian itu tidak bisa dipenjara atau ditahan.

“Biar kita semua bisa menerima dan membeli barang curian,” ungkap Kepala Desa Tanjung Hulu.

Saat media ini mengkonfirmasi pihak Polsek Sepauk yang dipimpin langsung Kanit Reskrim Bripka Paul dan anggota Polsek Sepauk langsung menjemput tersangka yaitu Bujang Nyamok ke rumahnya yang berada di Sungai Lais Desa Nanga Sepauk.

Karena tidak mau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan hingga akhirnya anggota Polsek Sepauk melakukan penahanan tersangka.

Kapolsek Sepauk IPTU Anang saat di konfirmasi oleh Kepala Desa Tanjung Hulu melalui via telpon ataupun via whatsapp oleh Kades Tanjung Hulu bahwa Kapolsek belum mendalami masalah kasus tersebut, dan terkejut saat mendengar berita bahwa kantor Polsek sudah didatangi sejumlah warga. Karena saat itu Kapolsek lagi ada kegiatan di Polres Sintang.

“Kami datang benar-benar meminta ketegasan aparat kepolisian berlaku adil dalam penegakan hukum diwilayah Sepauk ini,” ungkap Nonok.

Nonok juga berharap supaya dikemudian hari tidak ada lagi kejadian serupa, dan warga Desa Tanjung Hulu akan mengawal kasus ini sampai selesai.

Kepala Desa Tanjung Hulu meminta  kepada Kapolsek Sepauk menindak tegas jika ada oknum anggotanya bermain dalam kasus tersebut. (Bostang)