Study Pengolahan Sampah Organik Mendapat Apreasiasi Dari Kapolsek Sintang Kota

SINTANG (Kalbar), Centralberita.id Bertempat di komplek rumah Bruder Piet Van Hook di Jemelak Keluarahan Akcaya Kabupaten Sintang, Senin (10/08/2020), Kapolsek Sintang Kota, IPTU Sutikno, S.Sos, M.A.P menghadiri Study bersama tentang pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat ya, khususnya bagi masyarakat kita ditengah Pandemi Covid-19 ini, kita sangat perlu untuk menjaga ketahanan pangan. Dari materi pelatihan tadi, saya lihat bahan-bahan untuk pupuk organik itu bisa berasal dari sampah rumah tangga kita. Jadi selain menangani sampah rumah secara bijak, kita juga dapat menghasilkan pupuk organik untuk tanaman kita,” jelas Iptu Sutikno.

Pupuk kompos baru dapat digunakan setelah difermentasi selama kurang lebih 2 sampai 3 bulan, supaya prosesnya lebih cepat setiap 2 minggu sekali bahan pupuk dibolak balik dan juga beri sedikit air agar menjaga kelembaban bahan pupuk.

Pupuk ini berbahan dasar dari kotoran hewan ternak maupun dari sampah organik yang berupa dedaunan, rumput, sisa hasil pertanian, bahkan sisa sayuran. Pupuk kompos bisa menjadi solusi yang bijak mengingat selain dapat mengurangi dampak sampah organik juga memiliki manfaat yang lebih daripada pupuk kimia.

“Sampah organik dipotong menjadi bagian yang lebih kecil-kecil. Setelah menjadi potongan yang lebih kecil lalu campur dengan kotoran hewan, boleh kambing atau sapi dengan perbandingan 3 banding 1. Tambahkan setengah gelas atau sesuai bahan sampah tadi dengan larutan gula. Larutan gula dapat dibuat dari air biasa dan gula pasir,” terang Bruder Piet.

Bruder Piet juga menjelaskan selanjutnya tambahkan lagi bahan pupuk dengan 10 ml bakteri EM4. Aduk hingga lembab atau basah bahan pupuk kompos yang sudah dimasukkan dengan bahan-bahan. Terakhir masukkan bahan pupuk kedalam wadah seperti bak atau plastik berukuran besar kemudian tutup rapat.

“Pupuk kompos baru dapat digunakan setelah difermentasi selama kurang lebih 2 sampai 3 bulan, supaya prosesnya lebih cepat setiap 2 minggu sekali bahan pupuk dibolak balik dan juga beri sedikit air agar menjaga kelembaban bahan pupuk,” jelas Bruder Piet lagi sambil menunjukkan prosesnya kepada para peserta yang hadir.  (Humas Polsek Sintang Kota)

Editor : Christian Bostang Hutagaol