Bebas Masuknya Kayu Ilegal Dari Kabupaten Melawi Ke Kabupaten Sintang

SINTANG (Kalbar), Centralberita.id Kembali awak media ini menerima informasi dilapangan pada Jum’at siang (14/08/2020), terkait maraknya penyulundupan kayu ilegal yang terjadi di wilayah Kabupaten Sintang.

Adanya dugaan selundupan kayu ilegal oleh cukong kayu bernama Susan alias Mak Nyak dari Kabupaten Melawi ke Kabupaten Sintang yang diterima langsung oleh toke kayu somel yang Ada di Akcaya Satu Dan Baning oleh pihak wartawan langsung konfirmasi ke Polres Sintang karena telah menerima laporan tersebut.

Terkai hal tersebut Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sintang sekaligus wartawan media Harapan Rakyat Erikson Simanjuntak angkat bicara terkait permainan secara diam-diam yang dilakukan oleh Cukong Kayu tersebut.

Informasi yang diterima bahwa kayu yang berjenis kayu meranti tersebut tidak memiliki dokumen resmi. Dan hal tersebut disampaikan pihak Polres Sintang untuk ditindaklanjuti proses hukumnya.

“Jadi kita sudah sesuai dengan prosedur dan sesuai dengan hasil temuan yang kita terima bahwa kayu-kayu ini yang berasal dari Kabupaten Melawi kita sudah laporkan resmi ke Polres Sintang,” ungkap Erikson Simanjuntak.

Dijelaskan Simanjuntak juga bahwa berhubung Pejabat Polres Sintang tidak berada di tempat karena mengikuti kegiatan di Pontianak maka laporan tersebut dihubungi via telepon kepada Kasat Reskrim Polres Sintang meminta Barang Bukti (BB) dan sudah dishare melalui WhatsApp.

“Dan kita sudah kirim BB tersebut. Artinya mereka mau menindaklanjuti laporan kita. Dan itu yang kita tunggu,” ungkap Erikson Simanjuntak.

Ditambahkan Erikson juga hasil temuan kayu ilegal yang masuk ke somel-somel di Sintang tersebut berjumlah sekitar 500 batang dengan ukuran 17 x 9 CM dan ini bervariasi.

“Ada yang 11 x 9 CM, jenis kayu meranti dan ini sudah antar Kabupaten. Dan ini perlu ditindaklanjuti. Darimana sumber kayunya. Apakah ada HPH atau dari Hutan Lindung. Dan ini yang perlu kita pertanyakan,” ungkap Erikson.

Informasi yang diterima dari temuan di lapangan ada tiga somel sebagai penadah yang menampung kayu ilegal tersebut.

“Yaitu somel Alif yang beralamat di Jalan Akcaya Satu yang notabene bahwa Alif sudah pernah tersandung kasus hukum yaitu kasus ilegal loging dan dipidana selama 11 bulan dan saat ini masih beraktifitas,” jelas Erikson.

Dijelaskannya penadah kedua yaitu Somel Ajau beralamat di Jl. Oevang Oeray depan Unkas Desa Baning Kota. Yang ketiga Somel Ahin yang beralamat sama dengan Somel Ajau.

Erikson berharap kepada pihak Polres Sintang supaya kasus ini ditindaklanjuti terlebih dahulu. Barang bukti agar diamankan terlebih dahulu di Polres Sintang dengan cara di beri Police Line terlebih dahulu.

“Dan diduga tersangkanya dihadirkan dalam memberikan keterangan tersebut,” tambah Erikson.

Dijelaskan Simanjuntak Polres Sintang harus mengusut dan menindak tegas pelaku maraknya peredaran kayu ilegal tersebut dan segera dilakukan penangkapan. Dan Simanjuntak menambahkan supaya kasus ini segera mendapatkan titik terang sesuai dengan prosedur hukum. (Tim Sintang)