Satgas Yonif R-641 Bersama Bea Cukai Sintete Tinjau Pembangunan Pos Kawalan Sempadan Malaysia

SAMBAS (Kalbar), Centralberita.id Dansatgas Pamtas Yonif Raider 641/Beruang, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono bersama Kepala Kantor Bea Cukai Sintete, Denny Prasetyanto, meninjau dari dekat perkembangan pembangunan Pos Kawalan Sempadan milik Malaysia yang berada tepat diseberang garis batas negara di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas Rabu (29/08/2020).

Pembangunan yang sudah bisa dikatakan selesai tersebut terdiri dari kantor Pasukan Gerakan Am (PGA) yang merupakan bagian dari Polis Diraja Malaysia (PDRM), kantor Customs atau Bea Cukai, dan kantor Imigresen atau Imigrasi.

Pembangunan kompleks perkantoran Malaysia di Teluk Melano yang berseberangan dengan Temajuk disisi Indonesia menjadi perhatian kedua instansi karena jalur yang menghubungkan kedua negara tersebut belum berstatus sebagai jalur resmi lalu lintas kedua negara.

“Jalur yang menghubungkan Temajuk disisi Indonesia dengan Teluk Melano disisi Malaysia ini masih merupakan jalur tradisional. Belum menjadi Pos Lintas Batas,” jelas Dansatgas Yonif Raider 641/Beruang, Letkol Inf Kukuh Suharwiyono.

Selama ini jalur tersebut hanya dijaga oleh personel Satgas Pamtas RI-Malaysia dan perwakilan anggota Kantor Bea Cukai Sintete, dan belum diikuti oleh instansi dari imigrasi dan karantina, baik karantina pertanian maupun karantina ikan.

Selain meninjau kondisi bangunan kompleks perkantoran Malaysia dari wilayah Indonesia, Kukuh dan Denny sempat menemui warga setempat dan berdiskusi di pos penjagaan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 641/Beruang yang berjarak sekitar 50 meter dari garis batas negara. Kepala Kantor Bea Cukai Sintete memuji kekompakan anggota kedua instansi dalam menjaga perbatasan negara di Desa Temajuk.

“Saya melihat anggota Bea Cukai dan Satgas Yonif Raider 641 selama ini dekat dan kompak dalam melaksanakan tugasnya masing-masing di perbatasan negara. Ini merupakan modal untuk menjaga kedaulatan negara yang harus kita tunjukkan bukan hanya kepada masyarakat perbatasan, namun juga ke Malaysia,” tutur Denny. (Fernando Manurung)

Editor : Christian Bostang Hutagaol