Kepala Desa Sungai Dangin Pecat Tiga Kaur Desa Yang Masih Aktif Tanpa Alasan Jelas

SANGGAU (Kalbar), Centralberita.id Kembali informasi diterima media ini pada Sabtu (22/08/2020), dalam memberitakan adanya kasus pemecatan perangkat desa di Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat secara sepihak dan tanpa alasan yang jelas.

Ketiga perangkat Desa yang menjadi korban pemecatan Kades terpilih yaitu Nubertus Nubri, ST serta baru sebulan lebih menjabat sebagai orang nomor satu di Desa Sungai Dangin ini yaitu, Sekertaris Desa Marselinus Demes, Thomas Idek , jabatan Kasi Pemeritahan, Sekundus menjabat sebagai Kasi Pembangunan dan Sisilianus Edi Santoso menjabat sebagai Kaur Umum.

Ketiga korban pemecatan itu dilakukan Kepala Desa terpilih Nubertus Nubri, ST yang dilakukan tanpa adanya musyawarah dan dilakukan secara sepihak tanpa adanya surat pemecatan.

Permasalahan yang terjadi juga bahwa Nubertus Nubri, ST sebagai Kepala Desa Sungai Dangin membuat keputusan tidak berpedoman pada Peraturan Nomor 6 tahun 2014 tentang tatacara Pemberhentian dan Pengangkatan perangkat desa, serta Peraturan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015.

Ketiga orang perangkat Desa Sungai Dangin, Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat masing-masing adalah Thomas Idek, Sekundus dan Sisilianus Edi Santoso ketika di temui di Balai Karangan, Rabu, 19 Agustus 2020.

Kepada awak media korban pemecatan mengatakan bahwa mereka bersama-sama sepakat akan terus melakukan usaha dalam hal mencari keadilan sepenuhnya atas apa yang telah Kepala Desa terpilih lakukan terhadap mereka.

“Untuk itulah, kami juga melayangkan surat Pengaduan untuk Keadilan sebanyak 29 surat yang sudah kami kirimkan antara lain kami tujukan kepada Kementrian Dalam Negeri RI di Jakarta, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi RI, Biro Hukum Pemkab Kabupaten Sanggau,” ungkap Marselinus Demes.

Marselinus juga mengatakan bersama kedua temannya akan mengadukan juga kasus ini kepada Ketua Pengadilan Negeri Sanggau, Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Kalbar, Kapolres Sanggau, Ketua DPRD Kabupaten Sanggau,Kepala Dinas Pemdes Kabupaten Sanggau, Camat Noyan, Camat Kapuas, Camat Kembayan, Camat Jangkang, Camat Bonti, Camat Entikong, Camat Sekayam, Camat Beduai, Camat Tayan Hulu, Camat Batang Tarang, Camat Tayan Hilir, Camat Meliau, Camat Parindu, Camat Mukok, Camat Toba, Kades Sei Dangin, Kades Empoto, Kades Idas, Kades Noyan, dan Kades Semongan.

Aksi dan cara kepala Desa sungai Dangin tersebut dalam melakukan tindakan pemecatan tidaklah tepat, apalagi kades Nubertus Nubri, ST, sama sekali tidak mengerti hukum dan tatacara dalam hal pemerintahan desa.

Dan tindakan main pecat tersebut jelas-jelas sudah menyimpang dari pada Peraturan Nomor 6 Tahun 2014 tentang tatacara Pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa, dan lebih parahnya lagi dalam proses lelang jabatan perangkat desa tersebut juga dilakukan Kades secara diskriminasi ataupun nepotisme sebagai contohnya perangkat desa yang diambilnya adalah sepupunya sendiri dan di tunjuk sebagai Bendahara Desa Sungai Dangin.

“Tindakan kades sungai dangin sungguh arogansi, terlebih lagi Kades tersebut mendapat bantuan dari Camat yang lama, Niko Martoyo yang saat ini sudah menjabat Camat di Tayan Hulu (Sosok), Kabupaten Sanggau. Selain itu juga di disinyalir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sanggau ikut terlibat dalam membantu Kades Nubertus Nubri, ST dalam kasus pemecatan sepihak kepada ketiga perangkat Desa Sungai Dangin tersebut, sebagai buktinya masalah kami ini nampaknya berjalan di tempat, maju tidak mundur juga tidak,” ujar Thomas Idek.

Dalam mencari upaya keadilan ketiga korban pemecatan tersebut juga mendapat bimbingan dan bantuan dari pihak keluarga mereka yaitu Andreas Lande, SP dan sudah bersepakat untuk mengurus masalah ini secara bersama-sama.

“Untuk itu kami meminta kepada Bupati Sanggau, Kalimantan Barat agar segera melakukan tindakan preventif terhadap Kepala Desa Sungai Dangin, mantan Camat Noyan Niko Martoyo yang sekarang menjabat Camat di Tayan Hulu, juga kepada Pj. DPMD Kabupaten Sanggau, yaitu Yohanes Alian,” ungkap Thomas Idek.

Thomas Idek juga menjelaskan kepada pelaku tersebut dapat diberikan sanksi yang berlaku demi tegaknya rasa keadilan khususnya di Bumi Daranante ini. (Tim Sanggau)