Pagar Makan Tanaman, Oknum Perangkat Desa Sugihwaras Gununggangsir Tergiur Istri Sahabatnya

PASURUAN,centralberita.id – Sepandai pandainya menyimpan bangkai akan tercium juga,pepatah ini tepat bagi oknum perangkat dusun Sugihwaras desa gununggangsir yang tega merusak rumah tangga sahabatnya sendiri.
Berawal dari Pengakuan BM (suami korban) dalam pengakuanya ketika menyampaikan kekesalanya,bahwa DM (istrinya) mengalami beban moril akibat ulah dari chat WA KRY ( Oknum Bendahara )dusun Sugihwaras desa gununggangsir kecamatan beji kabupaten pasuruan .

Kronologi kejadianya yaitu berawal ketika DM (Istri korban) mau meminta tolong proses pembuatan surat KSK kepada oknum perangkat Desa berinisial KRY.
Dalam perjalanan waktu KRY meminta no wa ke DM dan dari awal saya gak pernah ada firasat apa-apa kepada oknum desa tersebut Mas ,ungkap BM Suami korban.
Betapa kagetnya saya ketika melihat isi handphone ada pesan dari WhastAp (WA) milik istri saya kok ,kata katanya sangat mesra dan dari situlah saya merasa terusik dan saya cek kok nomer wa tersebut ternyata milik KRY oknun perangkat desa.

Selang berapa hari akhirnya suami korban memintai penjelasan ke DM ( istrinya) dan dijawab sama DM bahwa KRY sering telpon serta kirim pesan dan kalau saya gak mau,akan ada tekanan ungkapnya.
Bahkan istri saya pernah diajak keluar tiga kali mas oleh KRY,Ucapnya.(24/08/2020).

Merasa harga diri BM dirusak oleh KRY,maka kami kumpulkan seluruh keluarga besar saya mas untuk memanggil saudara KRY ( perangkat desa)dan disaksikan pengurus kampung waktu itu .

Bahkan pengakuan dari KRY menjawab bahwa yang saya lakukan itu memang benar adanya dan saya sudah meminta maaf ke keluarga korban dan itu disaksikan oleh istri saya ,ucap KRY.

Dalam perjalanan waktu rumah tangga saya berantakan ,bahkan KRY masih sering hubungi wa istri saya ,maka demi menjaga martabat keluarga besar ,saya harus menempuh jalur hukum dan saya sudah serahkan semua ke lawyer,ucapnya.

Djatmiko dan Firmansyah selaku kuasa hukum BM,meminta pada Kepala Desa Hj.Dewi Noer Alifa utk menegakan PP 53 thn 2010 tentang disiplin kerja, serta memberikn sanksi yg setimpal pada terduga pelaku Karyono. Serta adanya indikasi yg marajuk pada pasal 335 KUHP dan pasal 310 KUHP.

Hj.Dewi Noer Alifa selaku kades gununggangsir menjawab dan meminta waktu dalam kurun 2 minggu untuk ber’kordinasi degan pihak camat selaku pimpinan saya ,tutunya.
Masalah penegakan disiplin pegawai yang mencoba melakukan tindakan dengan dugaan menyelingkuhi warganya yang sudah bersuami dan merusak citra lingkungan.
Segenap yang turut hadir dalam forum,Babinsa,Kades,kuasa hukum korban, menyampaikn sepakat menunggu, dengan adanya keputusan Bu Kades yang meminta waktu 2 minggu untuk kordinasi dengan pihak camat , lalu hasil koordinasi tersebut akan di infokan kepada pihak keluarga korban dan kuasa hukumnya.

(REDAKSI /Nun/Tik )