Warga Banjar Bendo Minta Aktifitas Proyek Pengurukan Tanah Dihentikan

SIDOARJO,centralberita.id – Pengurukan tanah di desa Banjar Bendo menjadi polemik, bermula dari kesepakatan awal antara warga dan pengembang PT Purnama Indo Investama yang sudah disepakati namun dinilai tidak dilaksanakan oleh pihak pengembang, mulai dari pembangunan irigasi 100% sampai ganti rugi kompensasi, kesehatan dan kompensasi gagal panen serta kompensasi yang lain. Proyek pengurukan tanah berlokasi di Desa Banjar Bendo Kecamatan Sidoarjo Kab. Sidoarjo.

Salah satu warga gogol kepada awak media mengatakan, polemik ini selain masalah kompensasi juga berawal dari pengurukan tanah hari Sabtu (22/8/20) sekitar 115 unit dump truk membawa urukan tanah yang diduga berasal dari campuran limbah bau menyengat hidung dan menyesakkan dada, akhirnya warga protes dan menghentikan pengurukan.

“Selain masalah kompensasi, proyek pengurukan ini tidak sesuai prosedur karena tanahnya bau kaya limbah dan sangat menyengat sampai sesak didada bukan hanya dialokasi tapi baunya menyebar ke rumah rumah warga, akhirnya pengurukan dihentikan sama warga.” Kata Ikhwan salah satu warga petani gogol.

Selanjutnya dari pihak pengembang PT Purnama Indo Investama kepada awak media mengatakan, pengurukan ini sudah sesuai prosedur mekanisme dilapangan sudah saya lakukan, terkait masalah kompensasi sudah kami berikan melalui pendampingan perangkat desa dan RT setempat, kalau masalah bangunan irigasi sudah kami lakukan tapi belum selesai menunggu ahli waris gogol tanah yang tidak setuju. Dan terkait tanah yang bau itu sudah saya tolak saya tidak mau, biar nanti diangkut sama dump truk yang habis kirim” Tutur Duhri. Sabtu (22/08/29) siang.

Sempat dilakukan pengambilan tanah yang bau tersebut sekitar 5 unit dump truk, tapi sampai hari senin (24/8/20) dump truk tersebut keluar dari lokasi sudah tidak mengangkut lagi, akhirnya kegiatan pengurukan dihentikan lagi sekitar 40 unit dump truk dihadang warga, dan dilarang untuk aktifitas, sebelum ada penyelesaian lebih lanjut tentang kesepakatan yang baru.

Warga Banjar Bendo menginginkan aktifitas pengurukan tanah untuk perumahan tersebut tidak merugikan warga seperti polusi debu, dan polusi bau yang nantinya akan berimbas pada kesehatan warga disekitar lingkungan pengurukan, apalagi didepan ada TPQ yang semenjak ada pengurukan diliburkan karena debu dari pengurukan tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan anak anak didik. (Tim) part 1.