Warga Banjar Bendo: Sebelum Ada Lurah Definitif dan Reformasi BPD Proyek Pengurukan Jangan Dilanjutkan

SIDOARJO, centraberita.id – Terkait kelanjutan masalah pengurukan tanah yang berpolemik, warga Banjar Bendo mengajukan beberapa tuntutan kepada pejabat Desa dan pengembang diantaranya, hentikan pengurukan tanah sebelum ada lurah definitif dan reformasi BPD di Desa Banjar Bendo Kecamatan Sidoarjo Kab Sidoarjo.

Ada beberapa tuntutan warga kepada pihak pejabat Desa dan pengembang secara tertulis yakni:

1.Warga berharap pihak pejabat Desa Banjar Bendo pro aktif membantu warga secepatnya.
2.Reformasi pejabat BPD di Desa Banjar Bendo
3.penghentian proyek pengurukan dan sebagainya sampai menunggu ada kepala desa definitif yang baru.
4.Pembuatan irigasi baru untuk petani gogol yang sampai sekarang masih belum terealisasi hingga para petani gagal tanam.
5.Warga minta pengaman atau penghalang disekitar pengurukan karena debu tanah proyek pengurukan kalau terkena angin berhamburan ke mana mana ke jalan dan masuk ke rumah warga, karena situasi ini masih dalam proses pandemi covid 19 kesehatan warga harus sangat diperhatikan dan keselamatan pengguna jalan yang melintas.

Pejabat Plt lurah Banjar Bendo As’ari saat dikonfirmasi awak media centralberita.id dan Bhayangkara Lipsus Jatim lewat wathsaap Nomor: +62 822-3358-89xx sangat tidak kooperatif, terkait masalah polemik proyek pengurukan tanah yang bermasalah antara warga dan pengembang. Wathsaap cuma dibaca tapi tidak dijawab.

Disinyalir pejabat desa setempat seakan tutup mata tidak ada keberpihakan kepada warganya, dalam masalah tersebut pejabat desa yang seharusnya menjadi pelindung ini seakan akan ada pembiaran.

Warga Banjar Bendo Hasyim yang juga sebagai wakil Warga gogol mengatakan, warga meminta kepada pejabat Desa khususnya Plt Lurah untuk membantu warga menghentikan kegiatan pengurukan tanah sebelum ada difinitif lurah baru dan reformasi pejabat BPD, dan menyelesaikan kompensasi yang masih belum terealisasi semuanya.

” Pejabat Plt Lurah diminta secepatnya membantu warga untuk menyelesaikan urusan kompensasi Ndan kesepakatan baru, serta menghentikan kegiatan pengurukan sebelum ada difinitif lurah yang baru dan reformasi BPD,” Kata Hasyim.

Ditambahkan, Pejabat Desa kalau mengadakan rapat pertemuan sama warga di balai desa jangan siang, malam hari saja sebab kalau siang siang petani banyak yang bekerja,” Pungkasnya. (Tim) Part .2