Bertepuk Sebelah Tangan,Akhir Cinta Arief Harus Berakhir Di Penjara

SURABAYA,Centralberita.id- Arief Junaedi bin Riwono dituntut pidana penjara selama dua tanun oleh Jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Novan Afrianto. Arief yang duduk sebagai terdakwa oleh jaksa dinyatakan telah menyebarkan foto bugil mantan pacarnya di media sosial.

“Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar UU ITE sehingga divonis hukuman dua tahun penjara,” kata jaksa Novan dalam persidangan secara online di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, sebagaimana dilansir Centralberita.id-.

Selain dituntut hukuman penjara, jaksa juga meminta majelis hakim menghukum terdakwa untuk membayar denda senilai Rp 10 juta subsider dua bulan kurungan.

Untuk diketahui, kasus ini berawal saat terdakwa Arief Junaedi merasa sakit hati terhadap Aprilia Aulia Artha yang telah mengakhiri kisah cinta mereka.

Lantas terdakwa tidak terima, dan melakukan ancaman dengan cara mengirim pesan melalui Whatsapp yang berisi “aku bisa bunuh kamu dijalanan tapi nanti dulu aku masih ada rencana lain”.

Tak berhenti di situ, terdakwa juga mengirim pesan lagi yang berisikan “aku selamanya belum puas liat kamu hancur dan mati, masalah duso urusan buri aliranku saiki Laduni lebih kejam teko aku yang dulu,”.

Selain mengancam, terdakwa juga mengirim gambar asusila foto-foto bugil Aprilia Aulia Artha melalui Instagram.

Atas tuntutan jaksa, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda sidang putusan.

“Hei Junaedi, nasibmu tak putuskan minggu depan ya. Kamu dituntut pak jaksa 2 tahun dan denda Rp 10 juta. Kamu minta apa? Keringanan atau malah ditambahi, kamu kan sudah ‘dapat itu’ dari mantan pacarmu kan?” canda hakim Suparno kepada terdakwa Arief Junaedi Bin Riwono.

“Junaedi, Junaedi, kamu mendengar apa tidak? Lho HPnya kok mati pak jaksa, pulsanya habis ya? Halo Junaedi, halo, Halo. Ini mati pak jaksa, coba sampeyan yang telepon ke Junaedi,” pinta hakim Suparno pada Jaksa Novan.

Penulis: M.Fauzi