Cabut Laporan, Oknum Kontraktor Kumpulkan Media Dan LSM

BANYUWANGI, Centralberita.id _ Lagi lagi kejadian yang tidak di inginkan terjadi. Dugaan adanya rekayasa kriminalisasi yang menimpa dua orang jurnalis dilakukan oleh seorang kontraktor dengan bentuk sekenario penjebakan kepada jurnalis berujung pelaporan dengan dalih pemerasan akhirnya dimentahkan mengingat tidak ada bukti bukti yang mengarah.

Selain itu dugaan adanya keterlibatan legislatif dan instansi terkait dalam penghentian permasalahan ini semakin menguat.Pada akhirnya pihak pelapor mencabut laporan dan meminta maaf secara terbuka di hadapan seluruh awak media dan LSM di Banyuwangi pada Jumat (28/8/20) di Hotel Aston Banyuwangi.

Pada kesempatannya pihak pelapor yaitu Murni bersama kuasa hukumnya menyampaikan permohonan maaf di hadapan Seluruh Media, LSM dan Pengacara yang sengaja di undang oleh Murni sore itu.

” Saya atas nama pribadi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari hati yang paling dalam, dan sesungguhnya permasalahan ini hanya mis komunikasi saja , ” ungkapnya.

Permasalahan pelaporan terkait dugaan pemerasan pada akhirnya tidak ada bukti yang kuat terhadap kedua jurnalis melalui pencabutan pelaporan dan penyelesaian secara damai melalui mediasi. Dalam kesempatannya Margito selaku terlapor mengatakan bahwasanya pihak pelapor sudah melakukan itikad baik.

” Sebelumnya pihak pelapor mendatangi saya beberapa temen jurnalis di kantor seblang.com dan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini yang dianggapnya ini hanya mis komunikasi, dengan kehadiran Pelapor bersama kuasa hukumnya dilanjutkan dengan pencabutan pelaporan di polsek tadi malam akhirnya pihak pelapor bersedia meminta maaf secara terbuka di sini dihadapan media, LSM yang hadir, dengan kejadian ini diharapkan tidak ada lagi rekan rekan jurnalis yang akan menjadi korban rekayasa kriminalisasi, ” Jelas Margito di dampingi kuasa hukumnya.

Sementara itu Yusuf selaku kuasa hukum dari terlapor mengungkapkan itikad baik dari pelapor perlu kita apresiasi.

” Itikad baik dari pelapor dengan mencabut pelaporanya dan bersedia meminta maaf di depan rekan jurnalis dan LSM yang hadir di hotel Aston ini perlu di apresiasi dan pelapor menyadari bahwa pelaporanya tidak cukup bukti terkait pemerasan dan pengancaman yang dilakukan oleh klien kami sampai akhirnya barang bukti HP dari korban sudah di kembalikan ke terlapor , ” ungkapnya.

Lebih lanjut Yusuf mengingatkan agar kejadian ini tidak terulang lagi kepada rekan media yang lainya.
”segala sesuatu akan bisa selesai kalau kita berkomunikasi dengan baik,” pungkasnya.

Jurnalis: ONI
Editor: Ma’sum Af