Pengungkapan Pelaku Pembunuhan di Losmen Jaya Indah

MELAWI (Kalbar), Centralberita.id Saat pers release di Mapolres Melawi Senin (31/08/2020), Kapolres Melawi AKBP Tris Supriadi di dampingi Wakapolres, Melawi Kompol Agus Mulyana dan Kasatreskrim Melawi, Muhammad Ginting, menjelaskan kronologis pembunuhan terhadap seorang wanita di losmen jaya indah yang terjadi pada 08 Agustus 2020 yang lalu.

Dalam pengembangan kasus ini pihak kepolisian dari informasi yang diterima dari Polres Melawi memang memakan waktu tenaga dan pikiran.

Maka dengan mendengarkan keterangan para saksi serta informasi dari masyarakat Polres Melawi kembali mengembangkan kasus tersebut.

“Maka dari hasil informasi yang diterima dipastikan pelaku berada di lapangan Koluner Nanga Pinoh maka dengan sigap tim polres Melawi dan gabungan dari Polda Kalbar mengamankan tersangka pada,26 Agustus 2020 sekitar jam dalam satu malam,” ungkap Kapolres Melawi.

Ditambahkan Kapolres Melawi pada saat kejadiannya pelaku datang ke Losmen Jaya Indah dan mengajak korban berhubungan intim setelah puas berhubungan intim lalu pelaku membayar korban 30.000 rupiah lalu korban tidak mau dan meminta pelaku untuk tidak keluar dari kamar lalu pelaku panik dan mengancam korban sambil mengeluarkan pisau lalu langsung menusuk korban sebanyak tiga kali dan membuat korban akhirnya tewas ditempat.

“Setelah korban tidak bernyawa pelaku lalu menyiram dan membersihkan darah yang berceceran lalu menutup wajah korban dengan bantal dan menyelimuti tubuh korban,” jelas Kapolres Melawi.

Kapolres Melawi menjelaskan setelah itu pelaku mencari barang korban dan menemukan sebuah handphone dan lalu di ambil dan ketika korban mencari barang korban yang lain teman korban yang lain menggedor pintu kamar membuat pelaku panik dan melarikan diri.

“Maka dari panel handphone korban yang di ambil pelaku pihak Polres Melawi di bantu dari Polda melacak keberadaan pelaku hingga akhirnya langsung diamankan petugas,” jelas Kapolres Melawi kembali.

Ditambahkan Kapolres Melawi bahwa sebelumnya pelaku juga sudah punya niat ingin menguasai barang korban maka pelaku bisa dikenakan sanksi hukum dengan pasal berlapis. Barang bukti yang diamankan sebuah handphone milik korban, pakaian dan sebuah pisau yang dibelikan pelaku sebelum pembunuhan.

Saat di wawancara awak media pelaku tidak banyak bicara pelaku mengambil handphone korban karna handphone miliknya sudah rusak. (Supardi Nyot)

Editor : Christian Bostang Hutagaol