Akibat Sering” DITEROR PINJOL ” Ibu RT Mengadu Forum KJJT

Surabaya, Centralberita.id – Kemajuan teknologi bisa jadi alat kejahatan. Seperti yang dialami Nita,ibu rumah tangga yang menjabat GM Hotel ternama di Surabaya ini.

Dalam keteranganya pada Jurnalis/wartawan dalam forum Komunitas Jurnslis Jawa Timur (KJJT),dia diteror oleh salah satu aplikasi pinjaman on-line dan disuruh bayar hutang.

Betapa kagetnya Nita ( Korban ) ketika itu melihat Hp dalam percakapan WhasApp (WA) ada tagihan ,bahkan ada umpatan yang seharusnya tidak pantas dilontarkan oleh oknum PINJOL tersebut, Padahal menurutnya tak pernah merasa melakukan transaksi di aplikasi pinjaman online dimanapun.

Akibat merasa kesal dengan ulah oknum pinhaman on line (PINJOL),Korban atas nama Nita (55) warga Sidoarjo, mengadukan peristiwa ke forum wartawan KJJT, Rabu (2/9/2020),tepatnya di warkop Mbah Cokro Prapen Sidosermo Surabaya.

Kronologis kejadian korban Awalnya dalam pembicaraan sempat ada pengancaman dan dia dituduh telah berhutang dengan menggunakan aplikasi pinjaman online.
Tindakan oknum pinjol ini sangat disayangkan,padahal saya sudah menjelaskan secara detail,namun malah umpatan kotor yang dilontarkan pada saya,ungkap korban.

Bahkan saya sudah jelaskan dan tegaskan tidak pernah melakukan transaksi pinjaman on-line.

Dengan banyaknya tekanan dan jiwa saya merasa terancam bahkan pelaku sampai sekarang terus meneror mas,ucapnya.

Padahal upaya hukum dalam kasus tersebut sudah saya laporkan ke ke Polda Jatim, tertanngal 27 Juli 2020.

Namun Faktanya sampai sekarang masih belum ada tindak lanjut dalam pelaporan saya alias mandul

Korban merasa jengkel dengan oknum pinjol,bahkan penjelasanya di awal pembicaraan kata – kata pelaku tidak membuatnya takut.

Ulah oknum sangat keterlaluan “Tidak berapa lama, saya diundang di grup whatsApp. Saya sontak terkejut, ada foto digrup tersebut terpajang foto saya sendiri yang menggunakan hijab di viralkan pelaku.

Tidak sampai disitu, pelaku juga mengundang sekitar 40 orang yang bergabung di dalam grup whatsapp tersebut,” ujarnya.

Berselang beberapa waktu kemudian, pelaku mengancam apabila tidak mengirim uang, foto dia disebar.

Karena takut dan terus diteror,NT(korban) sangat gelisah dan takut.

Dia jadi kepikiran dan tertekan. Awalnya pelaku minta uang Rp 2,5 juta, lalu pelaku kembali mengancam dengan kata-kata kotor dan tidak layak.

“Kalau untuk no handphone pelaku yang menghubungi saya itu banyak sekali,” pungkasnya.
Semoga dengan keterangan saya dalam forum KJJT ,bisa segera di tindak lanjuti oleh pihak kepolisian, saya berharap agar kasus tersebut tidak ada korban lain dan segera pelaku di proses hukum agar menjadi efek jera…….(Bersambung)

(Fauzi)