Ada Tiga puluh Lima Adegan Ditampilkan Dalam Reka ulang Pembunuhan Di Losmes Jaya Indah

MELAWI (Kalbar), Centralberita.id Kasus pembunuhan dengan korban inisial T di Losmen Jaya Indah yang terjadi tanggal 8 Agustus 2020 bulan lalu kini pada hari Selasa (08/09/2020) di lakukan adegan reka ulang di tempat kejadian perkara (TKP) yaitu di Losmen Jaya Indah Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.

Dalam adegan pembunuhan itu ada tiga puluh lima adegan yang di lakukan mulai dari awal tersangka datang sekitar pukul 12:00 WIB dimana tersangka dengan inisial N saat itu masih mengamati situasi di ruko depan Losmen Jaya Indah sampai pukul 13:20 WIB. Saat itu juga tersangka langsung menuju losmen menemui korban yang masih bersama temannya dan mengajak korban berhubungan intim seketika itu.

Setelah berhubungan badan, korban minta bayaran 70.000 rupiah tapi korban menerima bayaran hanya 30.000 rupiah. Dan ketika itu juga korban marah, dan menarik tangan tersangka dan tersangka pun mengeluarkan pisau dan menusuk korban sebanyak tiga kali hingga korban tewas ditempat.

Dipastikan tidak bernyawa tersangka membersihkan darah yang berceceran dan menutup tubuh korban dengan selimut dan menutup wajah korban dengan bantal lalu tersangka keluar melarikan diri dan sempat dihalangi teman teman diluar tapi korban lolos melarikan diri dan sampai saat tersangka diamankan Polres Melawi.

Reka ulang dipimpin kasat Reskrim AKP Muhammad Ginting, dan hadir pula Wakapolres Melawi Kompol Agus Mulyana, dan kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sintang Andi Tri Saputro, SH, MH.

Saat di wawancara awak media Wakapolres Melawi memberikan beberapa keterangan dalam kronologis kejadian pembunuhan tersebut.

“Pada hari ini Selasa 8 September 2020 kita melakukan reka ulang kasus pembunuhan untuk melengkapi berkas.
Ada tiga puluh lima adegan yang di peragakan dalam kasus ini mulai dari tersangka datang sampai melarikan diri demi keamanan untuk adegan diluar diadakan peran penganti untuk di dalam kamar dilakukan tersangka langsung,” pungkas Wakapolres Melawi. (Supardi Nyot)

Editor : Christian Bostang Hutagaol