Sablon Sepi karena Pandemi, Pria Disabilitas ini Gunakan Triplek Bekas sebagai Bahan Miniatur Kapal

SURABAYA,centralberita.id- Pandemi Covid-19 telah berdampak pada seluruh sektor kehidupan termasuk ekonomi. Sepinya orderan saat pandemi menjadi hal yang biasa dan sudah menjadi fenomena yang biasa terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Meski di tengah keterpurukan, Abdul Hamit (40) seorang penyandang disabilitas mempunyai cara unik untuk bangkit dan bertahan hidup di tengah pandemi.

Meski usaha sablon yang ia tekuni dan menjadi pekerjaan utama sejak 1994 itu tengah sepi pelanggan, justru pria asal Banyuwangi Jawa Timur ini mempunyai ide kreatif membuat sebuah miniatur kapal dari limbah triplek bekas disekitar rumahnya.

“Awalnya saya membuat kapal ini untuk anak saya, saya lihat cara bikin kerangka kapal dari youtube dan bahan awal saya menggunakan kertas karton, tapi karena tidak awet akhirnya saya coba cari alternatif lain,” kata Hamit saat ditemui di rumahnya kawasan Tempel Sukorejo Surabaya, Kamis (10/9/2020).

Dengan peralatan seadanya, seperti cutter, gunting, penggaris, dan lem, ia tetap berusaha menghasilkan karya miniatur sebaik-baiknya.

“Jujur sebenarnya karya bisa akan lebih bagus dan rapi jika saya menggunakan peralatan seperti Grenda kecil, poles, dan bor tembak kecil, tapi ya mau gimana lagi saya tidak punya uang untuk membeli peralatan itu,” ujar pria yang tergabung kedalam komunitas Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Jatim ini.

Dalam proses pembuatannya, pertama Hamit membuat kerangka kapal dengan triplek tebal, kemudian melapisi body kapal dengan kulit triplek.

Hamid mengaku kesulitan saat membuat kamar atau ruangan kapal beserta detail jendela, pintu, dan lain-lain.

“Sebenernya kalau pakek bor tembak yang kecil ini semua jadi lebih mudah, tapi saya harus menggunakan cutter bahkan cutter ini sudah tidak tajam,” katanya sembari menunjukan cutter yang sudah tumpul.

Detail tangga dibuat dari bambu dan bendera triplek yang melengkung menggunakan kulit triplek yang sudah dikeringkan menggunakan lem agar tidak mudah patah saat dibengkokkan, Pungkasnya. (Fauzi)