Polisi Amankan Pria Pengangguran Asal Sidoarjo Yang Tega Bacok Temannya Sendiri

SURABAYA,centralberita.id – Unit Reskrim Polsek Kenjeran Wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, mengamankan pria pengangguran yang nekat bacok temannya sendiri lantaran diduga tersinggung, akibatnya korban mengalami luka robek dan pendarahan dibagian tangan kanannya. Akibat sabetan pisau yang dilakukan pelaku inisial RE. L (16) tahun, pembacokan dilakukan pelaku di depan rumah Jl. Bulak Banteng Wetan Gang 8 Surabaya. Kamis (17/09/20) sekira pukul 21:00 WIB.

Pelaku asli kelahiran Sidoarjo yang berdomisili di Bulak Banteng Wetan, Surabaya, itu ditangkap Anggota Reskrim Polsek Kenjeran setelah membacok temannya yaitu ini MD. F (17), warga Bulak Banteng Wetan Gg.8 Surabaya.

Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami, S.H., saat dikonfirmasi menuturkan, kejadian berawal saat korban setelah membeli pentol menemui tersangka yang duduk diatas motor di depan Masjid Muhajirin Jl. Bulak Banteng Wetan. Kemudian terjadi adu mulut antara korban dan tersangka selanjutnya di pisah oleh teman-teman korban.

“kejadian pembacokan bukan langsung terjadi begitu saja, tersangka sudah dua kali dilerai. Namun cekcok tersebut masih tak bisa terselesaikan, sehingga berbuntut panjang, tersangka kembali menemui korban seorang diri dan langsung mengeluarkan sebilah pisau menyebetkan kearah kepala korban, akan tetapi berhasil ditangkis oleh tangan kiri korban,” Tutur Kompol Esti.

Tersangka sempat kabur, setelah melakukan pembacokan, namun oleh warga sekitar terus dikejar dan berhasil ditangkap, berikut sebilah pisau yang dipakai pelaku untuk membacok korban.

“Berkat laporan dari warga Bulak Banteng kami berhasil mengamankan pelaku. Sementara korban masih dirawat di RSUD Dr. Moch. Soewandhi,” Ujarnya.

Masih kata Kompol Esti, dari barang bukti atas kejadian itu kami amankan 1 (satu) buah bilah pisau dengan panjang 40 cm dan 1 (satu) buah Sarung pisau warna coklat.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka kami jerat dengan pasal 76C UU No.35 tahun 2014 perubahan atas UU No.23 tahun 2002 No.11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak dan pasal 2 ayat (1) UU darurat tahun 1951 tentang Sajam,” pungkas Kompol Esti Setija Oetami, S.H. (Bledex)