Sidang Tanggapan JPU Atas Eksepsi Kuasa Hukum Petrus SA SH Kembali Di Gelar Di PN Bengkayang

BENGKAYANG (Kalbar), Centralberita.id Jaksa penuntut umum hari ini siap membacakan tanggapan atas eksepsi dari Kuasa Hukum Petrus SA SH Cs di Pengadilan Negeri Bengkayang pada Senin (21/09/2020).

Kasipidum Kejaksaan Negeri Bengkayang Ardhi Prasetyo, SH, MH yang juga lulusan Magister Hukum di Universitas Tanjungpura, sebagai putra terbaik Kalbar yang berdarah Melayu dalam wawancara eksklusif diruang kerjanya menjelaskan beberapa hal terkait kasus tersebut.

“Bahwa kami selalu siap dan selalu melaporkan setiap perkembangan kasus yang kami tangani ke Pengadilan Tinggi. Jadi setiap perkembangan kasus tetap kami kawal, selaku pengendali saya tentu selalu berkoordinasi dengan JPU dan untuk kasus Petrus SA SH Cs hari ini kami siap hadapi nota keberatan (eksepsi) dari kuasa hukum Petrus SA SH Cs,” ungkap Ardhi Prasetyo, SH, MH.

Dijelaskan Ardhi Prasetyo, SH, MH bahwa JPU akan buktikan fakta-fakta hukum nantinya di persidangan sesuai pasal yang di tersangkakan kepada terdakwa. Sementara itu isi dari tanggapan JPU di persidangan menyimpulkan bahwa pertama menolak seluruh eksepsi penasehat hukum terdakwa Petrus SA SH Cs sebagaimana yang telah dibacakan dalam persidangan Minggu lalu Rabu 16 September 2020.

“Kedua Menyatakan bahwa surat dakwaan dengan nomor: PDM-26/BKY/Eoh.2/08/2020 tertanggal 01 September 2020, telah disusun dan dibuat sebagaimana dengan memenuhi persyaratan formil maupun materill sesuai ketentuan dalam pasal 143 ayat (2) kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan oleh karena itu surat dakwaan tersebut dapat dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini,” jelas Ardhi Prasetyo, SH, MH.

Ardhi Prasetyo. SH. MH juga menyatakan sidang perkara pidana atas nama terdakwa Petrus SA SH Cs dilanjutkan.

“Menguraikan bahwa dalam kasus ini terdakwa sebagai toko masyarakat atau toko adat tentu selalu kita antisipasi, terkait dengan jalannya persidangan dengan masa-masa dari terdakwa oleh sebab itu setiap perkembangan kasus ini kami laporkan ke kejaksaan tinggi sebagai bentuk pelaporan kami ke kejati, untuk hal penegakan hukum, ya nanti kita uji semua di pengadilan dan biarlah majelis hakim yang menilai, bagi kami selaku JPU selalu siap. terkait dengan petunjuk-petunjuk atau saksi-saksi itu kewenangan kuasa hukum dari Petrus SA SH Cs untuk hadirkan di persidangan entah itu saksi meringankan, atau dokumen-dokumen lain yang membantu terdakwa,” jelas Ardhi Prasetyo, SH, MH.

Sementara itu tim kuasa hukum Petrus Cs Dwi Joko Prihanto SH, MH, juga merupakan jebolan program Magister Hukum Universitas Tanjungpura kepada media ini menuturkan sidang hari ini adalah sidang mendengarkan pendapat atau tanggapan dari JPU atas nota keberatan.

“Kami telah sampaikan di persidangan minggu kemarin, jadi intinya hari ini kami hanya mendengar tanggapan dari JPU. selebihnya kita serahkan semua kepada Majelis Hakim. Dan minggu depan Majelis Hakim akan bacakan putusan sela. Untuk itu kami selaku Kuasa hukum Petrus SA SH Cs merasa yakin bahwa klien kami akan bebas demi hukum,” pungkas Dwi Joko Prihanto SH, MH. (Fernando Manurung)

Editor : Christian Bostang Hutagaol