Majelis Hakim Menolak Putusan Sela, Eksepsi Kuasa Hukum Petrus SA SH Cs Di PN Bengkayang

BENGKAYANG ( Kalbar), Centralberita.id. Majelis Hakim menolak eksepsi dari kuasa hukum Petrus SA SH Cs, Hakim menilai nota keberatan yang disampaikan merupakan materil perkara sehingga tidak perlu Majelis Hakim menanggapi lebih jauh, karena nanti akan menjadi bahan pembuktian di persidangan lanjutkan Rabu (23/09/2020).

Dalam persidangan pembacaan Sela dipimpin oleh tiga hakim diantaranya: Hakim Ketua Doni Silalahi SH, dan dua orang Hakim Anggota (Arif Setiawan SH dan Alfredo P SH).

Setelah Hakim Ketua membuka Sidang dengan kalimat Demi Keadilan dengan pembacaan Sela. Setelah Majelis Hakim membaca dan mempelajari baik itu dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) maupun eksepsi dari kuasa hukum Petrus SA SH Cs serta pendapat atau tanggapan JPU.

Majelis Hakim berpendapat bahwa eksepsi yang telah dibacakan oleh kuasa hukum Petrus SA SH Cs merupakan materi perkara sehingga tidak perlu di tuangkan dalam eksepsi atau keberatan, maka Majelis Hakim tidak perlu menanggapi lebih jauh, karena bukanlah saatnya tepat, karena untuk bahan pembuktian nantinya di persidangan berikutnya.

Masih Majelis Hakim menilai dakwaan maupun tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan maka eksepsi dari penasehat hukum terdakwa dinyatakan ditolak dan pengadilan memerintahkan JPU untuk melanjutkan perkara ini.

Hakim Ketua menguraikan dalam persidangan bahwa bukan eksepsi ditolak dalam keputusan Sela ini kemudian para terdakwa bersalah, tidak tetap mengedepankan praduga tak bersalah. nanti kita uji semua pembuktian di persidangan selanjutnya, dan apabila nanti tidak cukup bukti (tidak kuat bukti).

Membebaskan para terdakwa tapi jika terbukti maka Majelis Hakim menjatuhkan hukuman, Doni juga meminta agar semua dapat mengawal, mengikuti dan menghadiri persidangan ini karena persidangan ini bersifat terbuka untuk umum dan kami Majelis Hakim tidak bisa di intervensi oleh siapapun,” tutur Hakim Ketua PN Bengkayang Doni Silalahi SH.

Melalui konferensi pers, penasehat hukum Jakaria SH mengatakan bahwa Majelis Hakim menolak eksepsi yang pihaknya ajukan.

“Saya perlu sampaikan bahwa itu hak prerogatif Majelis Hakim, dan perkara ini dilanjutkan untuk pembuktian dalam persidangan lanjutan. untuk itu tadi sudah kami layankan surat permohonan tertulis kepada Majelis Hakim agar nanti dalam sidang pembuktian agar semua saksi yaitu Roni, Sunaryo dan Anton agar dihadirkan dalam persidangan untuk menggali pembuktian lebih dalam sehingga bisa tercapai esensi dari pengadilan itu sendiri,” ungkap Jakaria SH.

Jakaria, SH menambahkan bahwa pihaknya sangat percaya Majelis Hakim tetap mengabulkan permohonan dari pihaknya.

“Karena jika tidak dihadirkan saksi di persidangan maka kita akan kesulitan mengungkapkan kebenaran, fakta dari perkara ini saya yakin Majelis Hakim tau semua ini,” pungkasnya. (Fernando Manurung)

Editor : Christian Bostang Hutagaol