Delapan Unit Ruko Di Depan Mapolsek Nanga Pinoh Abis Dilahap Si Jago Merah 

MELAWI (Kalbar), Centralberita.id Pada hari Rabu malam (07/10/2020), kembali terjadi peristiwa kebakaran yang membumi hanguskan delapan unit ruko di Jalan Nanga Pinoh Kota Baru Depan Mapolsek Nanga Pinoh.

Akibat peristiwa tersebut empat orang korban meninggal Dunia. Adapun bangunan terbakar terdiri dari satu unit ruko bengkel “Seven 8 Motor” milik Marianto, ruko yang merupakan asal terjadinya kebakaran. Yang kedua satu unit ruko yang merupakan Rumah Makan Satria. Yang ketiga yaitu satu unit ruko yang merupakan Cafe “Milennial 87”. Empat unit Ruko Dinas Arpusda Kabupaten Melawi. Dan terakhir satu unit Ruko Warung dan Cucian Motor “Cucian 99”.

Informasi yang diterima media ini dari keterangan para saksi, sekitar pukul 23.30 WIB, bahwa api pertama kali terlihat pada sebuah ruko bengkel yang dikelola oleh Marianto alias Riko yang dengan cepat membesar dan kemudian meluas ke Ruko Rumah Makan Satria.

Ruko Kedai “Milennial 87” dan Ruko Dinas Arpusda Kabupaten Melawi serta Deretan Ruko milik Sukarman yaitu warung Cucian Motor.

Kemudian sekitar pukul 00.08 WIB, tiga unit mobil pemadam kebakaran BS-PBK Nanga Pinoh, disusul dengan satu unit mobil pemadam kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan satu unit mobil AWC polres melawi dikerahkan untuk memadamkan api.

Akhirnya pada pukul 01:20 WIB, api berhasil dipadamkan dan dilakukan pencarian terhadap empat orang korban yang menurut keterangan korban selamat dari amukan api yaitu Marianto masih berada di dalam ruko bengkel.

Dan sekitar pukul 01:30 WIB, keempat korban berhasil ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia akibat terperangkap dalam api dan jenazah keempat korban langsung dievakuasi ke RSUD Kabupaten Melawi.

Menurut keterangan Marianto korban yang selamat mengatakan pada saat kejadian, dirinya bersama dengan istri dan empat orang anaknya sedang tertidur dalam kamar terpisah.

“Saat itu saya dan anak saya yang bernama David Alberto mengalami luka bakar berada dalam satu kamar bagian belakang ruko. Sedangkan istri saya dan tiga orang anak kami yang meninggal dunia berada dalam satu kamar di bagian depan ruko,” jelas Marianto.

Marianto menjelaskan lebih lanjut saat dirinya terbangun, api sudah dalam keadaan membesar di dalam rumah dan langsung keluar dari kamar bersama anaknya David Alberto dan mencoba menyelamatkan istrinya bersama ketiga anaknya yang lain berteriak meminta pertolongan dari kamarnya yang pintunya dalam keadaan terkunci dari dalam.

“Namun dikarenakan api telah membesar sehingga mengakibatkan anak saya David Alberto langsung mengalami luka bakar pada kedua tangannya dan saya menyuruhnya keluar dari ruko melalui pintu belakang untuk mencari pertolongan, dan kemudian saya dengan menggunakan handuk yang dibasahkan mencoba kembali menerobos api, namun dikarenakan api yang terlalu besar dan memenuhi ruangan membuat saya tidak dapat mendekati kamar tempat istri saya,” jelas Marianto.

Marianto menambahkan ketiga anaknya tersebut tidak berhasil dia selamatkan dan terpaksa keluar dari ruko melalui pintu belakang dan meminta pertolongan.

Marianto alias Riko dan David Alberto anaknya kemudian dievakuasi oleh Personel Polres Melawi ke Rumah Sakit KBJ untuk mendapatkan pertolongan medis. (Supardi Nyot)

Editor : Christian Bostang Hutagaol