Karyawan PT. GKM Kembali Berunjuk Rasa Atas Ketidaksesuaian Hak Yang Di Terima

SANGGAU (Kalbar), Centralberita.id Kembali terjadi demo atau unjuk rasa Karyawan PT.GKM yang terdiri dari para buruh pemanen, pemuat buah sawit, krani panen, mandor panen adalah mereka menuntut kepada pihak manajemen dan minta pertanggung jawaban atas tidak sesuainya gaji mereka pada Sabtu (10/10/2020).

Informasi yang diterima premi mereka banyak di pangkas, bahkan gajih pokok yang sudah ditetapkan UMK pun di pangkas sama managemen perusahaan. Padahal karyawan selama ini sudah bekerja ekstra mengikuti SOP perusahaan.

Gaji dipotong hingga 50 persen tanpa pemberitahuan gara-gara perubahan sistem, ratusan karyawan di GKM atau PT. HPI, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar, nekat demo anarkis hingga memecahkan kaca kantor perusahaan.

Tak hanya itu, pemotongan gaji hingga 50 persen dengan alasan peruban Sistem tersebut dilakukan tanpa adanya pemberitahuan.

Demo dilakukan setelah karyawan setelah mengambil gaji di ATM hanya diterima separuh gaji yang seharusnya mereka terima full.

Ferdinan Purba sebagai ketua DPC SBSI Kabupaten Sanggau, saat di hubungi via WhatsApp mengatakan memang telah terjadi aksi massa yg terdiri dari para pekerja pemanen dan mandor di perkebunan.

“Aksi massa bermula dari ketidakpuasan para pekerja setelah kemarin Jumat 9 Oktober 2020 menerimah upah bulanan. Secara reaksioner para pekerja berkumpul dan meminta keterangan kepada pemimpin di PT Global Kalimantan Makmur untuk meminta penjelasan mengapa terjadi pemotongan terhadap para pekerja khususnya pemanen dan mandor,” jelas Ferdinan Purba.

Menurut Ferdinan Purba juga para pemimpin di PT. Global Kalimantan Makmur tidak kunjung tiba untuk memberikan penjelasan kepada para pekerja.

“Hingga para pekerja kehabisan kesabaran dan mulai bertindak dan melakukan pengerusakan fasilitas kantor lalu membubarkan diri tanpa ada membawa kejelasan hasil dari aksi massa tadi,” pungkas Ferdinan Purba. (F. Manurung)

Editor : Christian Bostang Hutagaol