Musrenbangdeskel Di Wilayah kecamatan Kabat Aman dan Kondusif.

BANYUWANGI, Centralberita.id _ Kegiatan rutin Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Kelurahan (Musrenbangdeskel) yang di adakan serentak tahun 2020 berjalan lancar. Dalam penyusunan rencana kerja pemerintah desa (RKPDes) tahun 2021 dan daftar usulan rencana kerja pemerintah desa (DU RKPDes) tahun 2022 ini di adakan se Kabupaten Banyuwangi, termasuk di Desa Pakistaji kecamatan Kabat yang pada saat ini mewaki 14 desa Sekecamatan Kabat untuk Musrenbangdeskel Vidioconfren, rabu (21/10/20).

Giat Musrenbangdeskel Teleconfren yang berpusat di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore ini di hadiri Bupati Azwar Anas, Kepala SKPD se Kabupaten Banyuwangi, Camat se Kabupaten Banyuwangi, Kepala Desa se Kabupaten Banyuwangi, Pemerintahan Kec. Glenmore, Togamas, dan Alim Ulama. Giat yang di lakukan mulai pukul 13.00 WIB Sampai selesai ini berjalan lancar.

Setelah kegiatan Teleconfren bersama Musrenbangdeskel pusat, maka giat Musrenbangdeskel yang ada di desa Pakistajipun langsun di gelar. Bertempat di aula Kantor Desa Pakistaji yang di hadiri Forum Kecamatan Kabat, Ketua BPD bersama Anggota, Togamas kec. Kabat dan sekitar kurang lebih 150 orang undangan. Acara berlangsung tertib, aman dan kondusif meskipun di warnai banyaknya berbagai usulan dari masyarakat.

Dengan mengusung tema ” Kemandirian Ekonomi Melalui Penguatan SDM Dan Pariwisata ” ini di harapkan mampu menyerap aspirasi masyarakat dalam pembangunan desa dan kelurahannya.

Musrenbangdeskel Tahun ini merupakan kegiatan yang ke dua dalam tahun 2020 ini. di mana sebelumnya pernah di laksanakan pada sekitaran bulan Januari lalu.guna menampung usulan-usulan anggaran untuk pembangunan desa 2021-2022.

Adapun tujuan di laksanakan kegiatan ini, salah satunya untuk menyepakati prioritas masalah daerah yang ada di desa dan kemudian di bawa ke tingkat Musrenbang Kecamatan.

Sementara diskusi kelompok yang ada di Desa di bagi menjadi beberapa bidang.antara lain bidang pendidikan, kesehatan, fisik, pertanian dan pelayanan publik. Sedangkan usulan yang menjadi prioritas utama bisa di dahulu kan lewat dana Desa APBD melalui Musrenbangcam.

Sistem perencanaan pembanguna sendiri sudah di atur dalam UU No 25 Tahun 2004 dan tata cara penyusunan rencana pembangunan tertuang dalam penjelasan PP No 40 Tahun 2006.

Chotibul Umam S.IP Selaku Kepala Desa Pakistaji enjelaskan bahwa, ” Musrenbangdeskel di tahun 2020 ini kita membahas usulan kegiatan tahaun 2022, ada kurang lebih 18 indikator yang bisa di jadikan panutan dalam menyusun rencana pembangunan tahun 2021 – 2022, dan tidak semua indikator ini bisa di lakukan dan di terapkan oleh desa, contohnya Desa perduli lingkungan laut, tapi kita bisa mendukung giat ini dengan tidak membuang sampah di sungai, karena aliran sungai bagaimanapun akan mengalir ke laut, ” Jelas Umam Kepala Desa Pakistaji biasa di sapa.

” Selain itu, dalam 18 indikator yang di terapkan ini garis besarnya Musrenbangdeskel harus menyangkut 3 aspek, harus berpihak ke masyarakat miskin, harus berpihak pada pertumbuhan ekonomi dan juga harus berpihak kepada terciptanya lapangan pekerjaan baru, ” tambah Umam lagi. (Oni)