Akibat Pungli Yang Dilakukan Oleh Oknum Anggota Danpos Satgas Pamtas Yonif 407/PK, Masyarakat Dusun Idai Resah

SINTANG (Kalbar), Centralberita.id Baru- baru ini masyarakat dusun Idai melaporkan pada media bahwa di dusun tersebut adanya kegiatan pungutan liar (pungli) terhadap masyarakat di post penjagaan perbatasan Negara RI dan Malaysia oleh oknum anggota Danpos Satgas Pamtas 407/PK.

Adapun dari Masyarakat Dusun Idai Desa Idai Kecamatan Ketunggau hulu Kabupaten Sintang melaporkan pada media, terkait tentang perbuatan pungli yang dilakukan oleh oknum Post Satgas Pamtas 407/PK di Dusun sungai Keli dusun Idai dan Dusun Tanju, yang saat ini juga masih berada Dusun Idai yang berada di perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Sejak jaman nenek moyang dahulu, masyarakat Desa Idai maupun Desa kelik yang sudah lama tinggal diperbatasan RI/Malaysia, untuk memenuhi kebutuhan sehari- harinya dengan mendapatkan makanan pokok seperti gula, kopi, beras, minyak goreng, bawang, dan peralatan kerja seperti sepatu baju dan lain sebagainya.

Semua itu dengan cara membeli dari perkampungan yang terdekat di wilayah Sarawak Malaysia. Yang jarak tempuhnya memakan waktu perjalanan sepanjang kurang lebih 5 kilometer. Tidak bisa dibayangkan betapa menderitanya warga Dusun tersebut ketika, perjalanan dari gunung kelingkang memakan waktu 1 jam berjalan kaki.

Sementara itu, untuk melewati dari Ketiga Dusun tersebut bisa menuju ke perbatasan mengguna sepeda motor sampai ke Pos tentara yang saat ini di jaga dari Batalyon 407/PK.

Selama ini sudah menjadi adat istiadat dari kebiasaan turun temurun untuk Dusun di sekitar perbatasan baik itu Indonesia dan Malaysia untuk saling mengunjungi warga negara tetangganya.

Dengan jarak yang dekat dan bahasa yang sama bahkan masih satu keturunan. Mereka saling bahu membahu dan saling bergotong-royong di dalam suatu perkerjaan yang positif seperti bercocok tanam tepatnya.

Disamping itu yang lebih parah dan meresahkan lagi ketika Warga Dusun Idai hendak pulang berbelanja ke Kuari Lachau yakni daerah Sarawak di minta sejumlah uang sebesar Rp. 350.000. Jika tidak diberi sejumlah uang maka barang belanjaan tersebut terpaksa di sita oleh oknum tentara yang menjaga perbatasan RI dan Malaysia.

Adapun nama-nama warga Dusun Idai yang di mintai sejumlah uang yaitu Jugah Bunak, Hendrianus, Hendry Bungok dan masih ada yang lainya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Menurut Nara sumber terpercaya dari salah satu warga Dusun Idai yaitu Anggung mengatakan yang mana saat itu mereka berniat untuk menjenguk keluarganya di negara Malaysia.

“Kemudian tentara yang menjaga perbatasan yang berada di sungai kelik mengatakan tidak bisa masuk kesana kalo tidak pakai biaya katanya. Ya dengan terpaksa kami mengeluarkan sejumlah uang sebesar Rp. 350.000 untuk membayar ke oknum tentara tersebut,” ungkap seorang pria bernama Anggung tersebut.

Dijelaskan Anggung juga bukan hanya satu warga saja yang dipungut biaya melainkan seorang nenek usia lanjut ini juga terkena imbasnya dan dengan segera memberitahu pada pihak Media untuk menjelaskan keadaan mereka.

Dijelaskan Anggung juga bertepatan pada bulan September 2020. Terjadi kembali tiga orang warga dari Dusun Idai hendak berbelanja ke Kuari Lachau. Setibanya di Pos Tentara seketika itu juga ditahan oleh pos jaga perbatasan oleh Satgas Pamtas 407/PK.

“Dan seketika itu warga yang hendak berbelanja kekuari lachau diminta sejumlah uang sebesar Rp 500.000,- namun ketiga orang tersebut tidak sanggup membayar dikarenakan uang mereka cuma pas-pasan untuk membelanja keperluan sehari-hari bagi keluarga mereka tepatnya,” jelas Anggung lebih lanjut.

Ditambahkan Anggung juga untuk selanjutnya dengan keadaan terpaksa melihat situasi tidak memungkinkan mereka bertiga hanya mampu membayar Rp. 350.000 oleh karena uang mereka tidak sesuai dengan yang diminta oleh oknum Tentara tersebut.

“Maka salah satu dari KTP warga tersebut langgsung di amankan oleh pos Satgas Pamtas 407/PK. Oleh karena merasa tidak memiliki uang untuk di berikan kepada tentara tersebut. Maka dengan keadaan terpaksa ketiga warga itu pulang tidak lagi melewati Pos jaga perbatasan, dan sampai saat ini KTP warga terbut masih diamankan di Pos satgas Pamtas Batallyon 407/PK Sungai Kelik,” pungkas Anggung (F. Manurung/Y. Amlan)