Diduga Hasil Judi Sabung Ayam Di Lengkenat Untuk Bangun Rumah Adat

SINTANG (Kalbar), Centralberita.id Terkait dengan judi sabung ayam yang beroperasi pada Minggu (01/11/2020) di wilayah Desa Lengkenat Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang bahwa itu semua untuk merencanakan pembangunan rumah adat yang informasinya sudah mendekati finish pekerjaan.

Menurut keterangan dari AT yang merupakan panitia pelaksana kegiatan judi sabung ayam mengatakan bahwa hasil daripada kegiatan sabung ayam tersebut saat ini untuk pembangunan rumah adat tersebut sudah mencapai 80 persen. Akan tetapi apakah betul pembangunan fisiknya ada. Dan ini yang menjadi tanda tanya mengenai kejelasan fisik bangunan rumah adat tersebut.

“Ya mau gimana lagi karena kalau kami mengharapkan dari pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah mau sampai kapan. Karena masyarakat sangat menginginkan ini,” ungkap AT saat memberikan penjelasannya.

Ditambahkan AT bahwa ini dilakukan karena untuk mendorong program pembangunan rumah adat tersebut karena berdasarkan kebutuhan bersama masyarakat di Kecamatan Sepauk.

Dan pihak panitia sendiri dalam hal ini mengadakan kegiatan tersebut tidak melihat kondisi yang saat ini terjadi. Dikarenakan kondisi yang saat masih pandemi Covid-19, akan tetapi judi sabung ayam tersebut tetap dibiarkan berjalan seperti biasa.

“Kita disini sudah koordinasi dengan pihak Polsek Sepauk. Dan kita adakan kegiatan ini bukan untuk keinginan kita sendiri saja pak tapi harapannya untuk kegiatan bersama. Dan saya harap bapak-bapak wartawan tidak datang kesini lagi,” ungkap AT dengan nada kesal.

Informasi yang diterima dari beberapa pihak bahwa judi sabung ayam tersebut rutin setiap hari Sabtu dan Minggu mulai pukul 14:00 WIB sampai dengan sore hari bahkan hingga malam hari. Dan para awak media sendiri juga dilarang untuk mengambil foto dokumentasi oleh pihak penyelenggara terkait kegiatan judi sabung ayam tersebut.

Saat dihubungi melalui ponselnya Kapolsek Sepauk IPTU TY Anang memberikan komentar bahwa pihaknya belum tahu persis lokasi rumah adat yang selama ini dibangun dari hasil judi sabung ayam tersebut.

Ditempat terpisah menurut DPC LSM Galaksi Anidda F. MH mengatakan tidak benar bahwa secara prosedural membuat suatu perencanaan pembangunan yang bersifat bantuan dengan hasil dari perjudian.

“Namanya judi tidak bisa dijadikan bahan untuk pembangunan. Kalau mau bangun rumah adat ya buat proposal ajukan dengan Pemda atau DPR itu baru sesuai prosedural,” ungkap Anidda.

Anidda berharap agar dimasa pandemi Covid-19 ini ada ketegasan dari pihak aparat terutama Polsek Sepauk agar segera mengambil tindakan tegas karena yang namanya perjudian tidak dibenarkan.

Berdasarkan hal tersebut praktek sabung ayam merupakan perbuatan melawan hukum dan bisa diancam dengan hukum pidana yang terdapat dalam Pasal 303 KUHP, Pasal 542 KUHP dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 yang keseluruhan aturan tersebut berkaitan tentang perjudian.

Dan kasus ini juga bertentangan dengan Undang-Undang RI Nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan karena berkumpul di tengah masa pandemi Covid-19. (Tim Kalbar)