SPKT Polda Jatim Terkesan Menutup Diri Untuk Konfirmasi Kasus Jamu di Sidoarjo.

Surabaya, centralberita.id – SPKT Poda Jatim terkesan menutup diri untuk konfirmasi status registrasi LP yang menjadi kasus pengusaha jamu Djoko Harianto(66) di Sidoarjo. Danum siaga SPKT menganggap awak media sebagai orang asing yang tidak berhak mendapat informasi. Jumat, 16/10/2020.

Akses komunikasi awak media dengan Dirnarkoba Polda Jatim tiba-tiba diblokir beberapa saat setelah release berita ke 3. Release berita ini berkaitan tentang dihentikannya penyidikan kasus Jamu oleh Ditresnarkoba Polda Jatim. Dengan maksud ingin tetap menyajikan berita secara berimbang, awak media mencoba mendatangi SPKT Polda Jatim.

Ditemui oleh Subari selaku Danum siaga SPKT Polda Jatim, awak media menanyakan status registrasi LP/202/IV/2020/NKB/JATIM, 23 April 2020. Seperti diketahui sebelumnya, LP ini berkaitan dengan perkara penangkapan Djoko di Sidoarjo yang sempat ditahan 5 hari sebelum akhirnya dibebaskan.

Sangat disayangkan bahwa kedatangan awak media tampaknya harus menerima bahwa informasi sekecil apapun tidak dapat diberikan terkait kasus ini. Kepada awak media Subari dengan tegas mengatakan bahwa itu merupakan rahasia yang tidak dapat didistribusikan kepada media. Walaupun media hanya mengkonfirmasi status registrasinya saja.

“Anda inikan orang asing, kalau saya berikan berarti saya membuka rahasia”, ungkap pria yang pada saat itu mengenakan pakaian batik.

PRN mencoba mengkonfirmasi keterangan Danum Siaga dengan menelepon langsung layanan Polisi 110, Senin, 9/11/2020. Diterima oleh petugas bernama Edo, awak media diarahkan untuk langsung menemui SPKT untuk mendapatkan informasi tentang status registrasi LP.

“Bisa langsung ke SPKT dengan menunjukkan nomor LP nya saja”, ungkap petugas melalui sambungan telpon untuk menambahkan arahan.

Dari keterangan ini, PRN mendapatkan dua hal yang berbeda terkait akses mendapatkan informasi dan konfirmasi media atas status laporan polisi yang telah menjadi objek pemberitaan.

Keputusan Selra Kasus Jamu Putri Sakti oleh Polda Jatim menjadi sorotan khusus media. Berdasarkan informasi yang dihimpun, barang bukti yang disita berjumlah 671 dus (@dus 12 botol) jamu Putri sakti aneka varian. Sangkaan pelanggaran hukum dalam kasus ini adalah pasal 196 dan 197 undang-undang kesehatan. Seluruh proses sejak dari penangkapan hingga gelar perkara diputuskan dalam waktu 5 hari, padahal tuduhan pasal setidaknya berkaitan dengan uji laboratorium. (*)