Aparat Seolah Tidak Peduli Dengan Maraknya Aktifitas PETI Di Dusun Kambut

MELAWI (Kalbar), Centralberita.id Kembali aktifitas PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) semakin hari kian marak,diketahui aktifitas ilegal tersebut telah berlangsung sejak lama di kabupaten Melawi,dan telah merambah hampir ke seluruh kecamatan,di kabupaten Melawi

Tidak hanya di daratan aktivitas PETI juga berlangsung di DAS (Daerah Aliran Sungai) Melawi dan Sungai Pinoh.

Pantauan dari para awak media di beberapa lokasi di lapangan dentuman suara mesin dongfeng saling bersautan, kepulan asap hitam pun membumbung tinggi di udara sehingga mengakibatkan limbah tanah, pasir batu (sirtu) berwarna bak air kopi susu terlihat melimpah menggenang hingga ke akses jalan.

Demikian fakta yang terjadi saat ini, seolah tidak ada aturan hukum yang di takuti dengan alasan demi mencari sesuap nasi.

Salah satu aktifitas PETI paling mencolok terdapat di Dusun Kambut Desa Baru, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi. Dimana lokasi aktifitas PETI tersebut berjarak hanya beberapa kilometer dari Kantor Polres Melawi.

Salah satu pekerja PETI yaitu berinisial JK saat di lokasi kegiatan PETI yaitu di Dusun Kambut memberikan beberapa penjelasan terkait aktifitas PETI tersebut.

“Saya baru bekerja disini ikut bos, saya dan beberapa kawan saya berasal dari kecamatan Dedai dan sudah dua kali pindah lokasi. Tiap kali akan masuk lokasi baru, harus bayar dulu 5 juta kepada pemilik tanah, dan uang keamanan sejumlah Rp 250.000 diminta pembayarannya perminggu, sementara belum ada hasil,” ungkap JK pada Kamis siang (12/11/2020).

Saat ditanyakan, JK memberikan penjelasan bahwa uang keamanan tersebut di berikan langsung kepada pemilik tanah yang berjumlah lima orang dengan inisial nama yang terdiri dari AD, TK, MA dan HT.

“Uang keamanan langsung di berikan ke pemilik tanah,kami antar kerumahnya,selanjut nya untuk siapa,kami pun tak tau,yang penting kami bekerja aman,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil diterima para awan media di lapangan, bahwa puluhan set aktifitas PETI di Dusun Kambut disinyalir telah di koordinir oleh salah seorang oknum aparat sehingga dapat bekerja dengan leluasa.

Dari sumber terpercaya, tidak hanya di Dusun Kambut, di beberapa lokasi PETI di daratan hingga yang di sungai di duga kuat telah terkoordinasi degan sejumlah oknum aparat. Yaitu berupa pembayaran informasi dan uang keamanan.

Terkait PETI tersebut, yang menjadi persoalan serius di tengah masyarakat khususnya di Kabupaten Melawi. Bahkan persoalan PETI menjadi salah satu pertanyaan para awak media dan warga masyarakat ke salah satu paslon Bupati Melawi pada debat publik di yang disiarkan live oleh salah satu stasiun tv lokal kalbar di hotel Haris Pontianak pada (10/11/2020) beberapa hari yang lalu.

Dengan demikia bahwa persoalan PETI sangat berdampak besar bagi kehidupan dan kerusakan lingkungan, sementara yang menikmati hanya segelintir oknum, mulai dari cukong penampung emas hasil PETI hingga oknum aparat.

JK berharap kepada pihak aparat baik Polres Melawi, Polda Kalbar, Dinas Pertambangan Propinsi, Dinas Linkungan Hidup Kabupaten Melawi agar segera melakukan penertiban sebelum terjadi kerusakan yang semakin parah dan mengambil tindakan tegas kepada oknum aparat yang terlibat Pungli melegalkan aktifitas PETI di Kabupaten Melawi. (Supardi N)