Kunjungi Entikong, Staf Khusus Mentan Dialog Bersama Petani Dan Pelaku Usaha

SANGGAU (Kalbar), Centralberita.id Staff Khusus Menteri Pertanian bidang Komunikasi Pembangunan Pertanian, Yesiah Ery Tamalagi, SE lakukan kunjungan kerja ke kawasan perbatasan Kalimantan Barat, Entikong. Kunjungan tersebut dilakukan selama dua hari pada Rabu dan Kamis 24 November hingga 25 November 2020.

Dalam kunjungan tersebut, Ery sapaan akrabnya didampingi oleh Kepala Karantina Pertanian Entikong, drh. Yongki Wahyu Setiawan, MH dan langsung meninjau kawasan pertanian di perbatasan dan berbincang dengan petani serta steakholder terkait.

Kunjungan tersebut merupakan upaya Kementerian Pertanian dalam memastikan bahwa setiap wilayah di Indonesia sudah melakukan modernisasi dalam pembangunan pertanian, berorientasi ekspor, seperti arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Untuk mengetahui berbagai potensi serta kendala yang terjadi kawasan perabatasan, Ery melakukan dialog bersama petani, pelaku usaha dan penyuluh pertanian di Kecamatan Entikong dan Sekayam.

“Setiap permasalahan pasti ada jawabannya. Sampaikan kepada penyuluh, berikan datanya, Kementerian Pertanian akan fasilitasi, karena kami memiliki Agriculture War Room, semua data bisa dipantau secara real time,” tutur Ery.

Ery berpesan agar petani dan pelaku usaha memanfatkan teknologi serta media sosial untuk memasarkan produk pertanian mereka. Digitalisasi pertanian juga harus didukung oleh tenaga penyuluh sebagai perantara antara pemerintah dan petani.

Pada kesempatan yang sama Ery juga mengapresiasi Karantina Pertanian Entikong dalam mengawasi jalur illegal di perbatasan untuk membantu menjaga bumi pertanian di perbatasan. Selain itu, menurutnya pendampingan yang dilakukan Karantina Pertanian Entikong membantu petani perbatasan mau dan mampu memproduksi komoditas pertanian beriorientasi ekspor.

“Kepada Karantina Pertanian, terima kasih telah menjaga kedaulatan negeri,” tutup Ery.

drh. Yongki Wahyu Setiawan, MH, mengungkapkan bahwa sebagai perwakilan Kementerian Pertanian di kawasan perbatasan, pihaknya akan selalu mendukung program utama dari Menteri Pertanian serta melaksanakan tugas pokok karantina.

“Kami bertugas mengamankan pertanian di perbatasan, tapi juga mendorong agar pembangunan pertanian dilakukan dan berjalan baik,” tutup Yongki. (F. Manurung/CB. Hutagaol)