Pengurus Adat Desa Mandong Dan Perangkat Desa Janjang Tuntut PT. APS Atas Lahan Plasma Yang Digelapkan

SANGGAU (Kalbar), Centralberita.id Pengurus Adat Desa Mandong dan Perangkat Desa Janjang Tuntut PT. APS Selesaikan Masalah Plasma.
Seorang warga Desa Mandong Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau Laut Sapurata seorang pria berusia 61 tahun dan pengurus adat Mandong yang tergabung bersama perangkat Desa Janjang melakukan pemagaran Lahan plasma.

Ritual adat pamabang atau ritual pagar lokasi pun dilaksanakan pada Jumat (27/11/2020) pukul 10.00 WIB. Menurut Laut, pihak perusahaan PT. APS (Agro Palindo Sakti) telah meremehkan masyarakat termasuk dirinya.

“Karena diadakan pertemuan secara berulang-ulang membahas penyelesaian sengketa lahan plasmanya yang juga tidak terselesaikan sampai saat ini. Perusahaan selalu membuat janji-janji, namun tidak pernah dilaksanakan,” ungkap Laut.

Ditambahkan Laut khusus mengenai lokasi yang dipagar ini adalah lahan atas namanya yang dalam pendataan ganti rugi tanam tumbuh (GRTT) pada tahun 2009 di data dibuatkan atas nama saudaranya Guntur karena pada saat itu Laut menjabat sebagai Kepala Desa Mandong.

Setelah beberapa tahun ditunggu, pembagian hasil plasma, nama Laut Sapurata atau nama Guntur tidak ditemukan dalam data.

“Sementara ketika GRTT daftar nama penyerah lahan sudah jelas,” tutur pak Laut.

Merasa lahanya digelapkan oleh perusahaan, untuk kedua kalinya pak Laut memagar lokasi ini. Mengacu ke peraturan daerah Kabupaten Sanggau tentang pola kemitraan, Laut mengatakan PT. APS telah ingkar janji. Selain menggelapkan lahanya juga tidak tepat waktu pelaksanaan konversi yang harusnya dilakukan paling lambat 4 tahun setelah masa tanam.

“Plasma di Desa Janjang merupakan yang pertama pada tahun 2006, dan diikuti masyarakat Desa Mandong menyerahkan lahan pada tahun 2009 hingga kini belum konversi. Bahkan petani plasma sampai sekarang masih menerima dana talangan. Ketidak beresan ini menurut pak Laut harus dipertanggung jawabkan perusahaan,” tambah Laut.

Tetkait masalah ini, Lassarus Urant seorang warga RT 07 Dusun Meramun Desa Janjang mengatakan, para perangkat Desa Mandong terpanggil untuk ikut berjuang menuntut persoalan plasma tersebut. Lassarus menambahkan, kesewenang-wenangan oleh perusahaan PT. APS ini dirasakan masyarakat Desanya semakin merajalela.

Lassarus mencontohkan masah si Amat Durani yang merupakan warga di RT 07 itu menggambarkan adanya hubungan gelap antara PT. APS dengan oknum penegak hukum. Polisi mengatakan mobil dan motor si Amat titipan perusahaan sementara PT.APS mengatakan sudah diserahkan kepolisi.

“Sehingga sampai 3 bulan tidak ditetapkan statusnya. Dan juga kami tunggu-tunggu tidak dikembalikan ke perangkat Desa atau pengurus adat. Harusnya Polisi konsisten kembalikan permasalahan itu jika tidak cukup bukti dan syarat,” tegas Lassarus. (F Manurung).