Karaoke Miras Bebas Beroperasi Di Babat

LAMONGAN ] Centtralberita.id – Dimasa Pandemi covid-19 yang kian belum ada penurunan membuat ke khawatiran masyarakat khususnya masyarakat Lamongan dan sekitarnya, bagaimana tidak pemerintah telah mengembar gemborkan untuk menjaga protokol kesehatan diantaranya jaga jarak dan kerumunan, tapi itu tidak berlaku diwilayah Babat, seakan tak mengindahkan peringatan dari pemerintah, tempat hiburan malam cafe karaoke dan tempat miras makin menjadi dan meraja lela.

Tidak sejalan dengan Slogan yang diikrarkan Camat Babat Ir Mulkan, MM di kantor Kecamatan Babat “Babat Bebas dari minuman keras (miras)” tapi fakta dilapangan belum di barengi aksi nyata dari pihak Pihak terkait

Investigasi yang dilakukan oleh media dan Ormas Pemuda Pancasila Babat. Serta mengkonfirmasi Satpol-PP kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, lewat panggilan selulernya terkait maraknya tempat cafe karaoke yang menyajikan purel dan miras di Kecamatan Babat.

“Yang bersangkutan menjawab dengan enteng, itu langsung kordinasi sama Satpol-PP Kabupaten Lamongan mas.“ Dengan singkat. Kamis (07/01/21)

Didalam Cafe tersebut menyajikan para Ladies (purel) sebagai pendamping para tamu tamu menyanyi dan menenggak miras, dengan tidak mentaati peraturan Protokol Kesehatan (tidak memakai masker ), pemilik Cafe karaoke Pak Makin juga tidak menghiraukan dan mengabaikan peraturan UU tentang Protokol Kesehatan yang dibuat oleh Pemerintah dan sangat tidak menghargai petugas terkait dan seolah olah kebal hukum. Sesuai Inpres No.6 tahun 2020 dan Pergub No. 53 tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan serta Pelanggaran.

Padahal selama ini upaya Pemerintah sangat tegas dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19, sedang gencar gencarnya mensosialisasikan penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) kepada masyarakat dan menutup hiburan malam di masa pademi. Namun, penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) tidak berlaku bagi Cafe karaoke yang berlokasikan di Desa Karang Kembang Gunung Pegat Babat Lamongan, bahkan seakan akan menganggap cafe karaoke tersebut kebal hukum dan tetap beroperasi pada masa pandemi. Hal ini, membuktikan Cafe masih beroperasi, walaupun dengan jelas jelas melanggar. Diharapkan pihak terkait betul betul turun tangan dan serius dalam mengatasi masalah ini karena sudah didukung oleh UUD dan program pemerintah tentang Protokol Kesehatan. (Tim)