Hubungan Gelap Seorang Oknum Perwira TNI Berujung Pada Tuntutan Kepastian Status Pernikahan

Foto: Kuasa hukum korban Tuty Laremba. S.H & Partners bersama awak media di ruangannya.

Surabaya ] Centralberita.id – Didalam suatu hubungan antara laki laki dan perempuan yang masuk ke jenjang layaknya suami istri hidup satu rumah memang harus ada kepastian, suatu hubungan dikatakan gelap atau tidak itu tergantung status, kalau sudah resmi menikah ada ikatan suami istri yang diakui oleh pemerintah itu hubungan statusnya Syah sebagai suami istri dan juga sebaliknya.

Seperti yang dialami oleh seorang cewek muda cantik berinisial ND, sudah beberapa tahun berhubungan dan tinggal satu rumah dengan seorang perwira TNI tanpa ada status sampai menghasilkan sibuah hati anak laki laki berumur (2) th,

Hubungan Gelap sang perwira TNI berinisial M, berjalan seolah-olah mulus tanpa Hambatan. Dengan berjalannya waktu perempuan mana yang mau selamanya menjadi wanita simpanan diluar nikah tanpa status yang jelas, dia menuntut keadilan sampai kapan hubungan seperti ini.

Karena tidak adanya kepastian, akhirnya perempuan yang tak berdaya ini, minta bantuan seorang lowyer disalah satu lembaga hukum Tuty Laremba. S.H & Partners.

Dengan bantuan seorang lawyer terjadilah mediasi yang ujung- ujungnya tidak semulus yang diinginkan, hingga hampir 1 tahun lebih tidak ada titik temu dan seolah olah tidak ada iktikad baik untuk tanggung jawab dan menuju ke proses pernikahan, hingga saat ini masih terjadi perseteruan.

Tuty Laremba. S.H kuasa hukum yang mengawal kasus ini di ruangannya kapada awak media mengatakan, Dirinya sangat terkejut tiba tiba ada kabar dari client nya kalau akhirnya yang diduga seorang perwira tersebut minta kebenaran dengan cara tes DNA anak terhadap buah hatinya.

“Hingga pada hari rabu tanggal (13/01/2021) dilakukan Tes DNA di tempat praktek prof Sukri di Jl. pucang Anom nomer 20, yang sebelumnya direncanakan tes DNA di RSUD Dr. Soetomo karena alasan covid-19 maka diarahkan ke tempat prakteknya.” Kata Tuty Laremba. S.H

Ditambahkan, dari hasil tes DNA yang dilakukan hari ini hasilnya akan keluar 14 hari kedepan, mudah mudahan tidak ada pihak intervensi manapun dikarenakan pihak korban adalah rakyat sipil serta hasil apapun nantinya korban akan menghormati sepanjang objektif sesuai prosedur tanpa adanya rekayasa.” Pungkas Tuty Laremba. S.H kuasa hukum korban. (Tim)

Tinggalkan Balasan