Adanya Dugaan Pembiaran Aparat Penegak Hukum Terkait Maraknya PETI Di Kabupaten Melawi

MELAWI (Kalbar), Centralberita.id Di saat awak media menyusuri sungai Melawi terlihat jelas lanting Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang sedang bekerja dengan leluasa tanpa ada rasa takut dengan pekerjaan yang illegal tersebut.

Bahkan terlihat jelas lanting PETI yang sudah dekat dengan kota Kabupaten Melawi tapi tidak ada satupun tindakan dari aparat penegak hukum ada indikasi pembiaran dari penegak hukum khususnya oknum Sat Reskrim Polres Melawi.

Bahkan ada beberapa warga yang sempat kita wawancara yaitu YT mengatakan bahwa ada dugaan oknum aparat yang terjun langsung sebagai pekerja PETI dan memiliki alat mesin nya sekaligud

“Mereka yang sudah jelas tahu aturan hukum tapi malah mereka sendiri yang melanggarnya lalu siapa kah yang akan menindak pekerja ilegal itu,” ungkap YT.

Dan ada beberapa warga lain yang mengeluh dengan keadaan yang dialami akibat ulah pekerja PETI tersebut.

“Kami orang miskin pak, mandi bahkan air minum masih mengambil dari sungai Melawi untuk keperluan sehari-hari beda dengan mereka yang kerja mas tidak minum air Melawi. Bahkan kalau malam tu badan terasa gatal-gatal,” ungkapnya.

Ada dugaan oknum aparat bermain di belakang mereka hingga mereka tidak merasa ketakutan untuk bekerja bahkan pantauan awak media dari Kayan sampai ke Menukung aktivitas PETI semakin merajalela.

“Di minta kepada aparat penegak hukum untuk bertindak jangan tutup mata dan telinga karna semua ini berdampak dengan kerusakan alam,” ungkap YT kembali.

Sesuai dengan pasal 158 Undang-Undang Minerba yang berbunyi setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK, sebagai mana di maksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3) pasal 48 pasal 67 ayat (1) pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) pidana penjara paling lama 10 tahun penjara.

Maka diminta kepada aparat penegak hukum khususnya Polres Melawi agar secepatnya bertindak untuk bertindak karena kalau tidak akan di laporkan ke Kapolda bahkan Kasat Reskrim Polri. (Supardi N)