Ricuh Sidang Perdana Di PN Sidoarjo,” Ketua Hakim Arogan ,Menghujat Privasi Terdakwa..?”

SIDOARJO,CentralBerita.id – Sidang Perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pngadilan Negeri( PN) Sidoarjo terhadap Guntual Laremba S.H Bersama Tuty Rahayu Laremba SH berjalan Ricuh.
Sidang yang dipimpin langsung oleh ketua hakim, Isnurul Syamsul Arif,S.H ,M,Hum , di ruang sidang Pengadilan Negeri Sidoarjo.
Semula berjalan lancar ,namun ketika hakim meminta terdakwa melepas pakaian toga kebesarannya” Tolong saudara terdakwa agar melepas seragam advokat ( Toga ) ucap hakim dalam sidang ,Kamis ( 28/01/2020 ).

Kericuhan ber-argumentasi mulai dilontarkan oleh ke dua terdakwa dan Kedua hakim ,” Yang Mulia mohon ijin saya keberatan dengan melepas toga saya ,karena saya masih aktif di advokad dan karena berada dipersidangan ini karena ter-kriminalisasi oleh oknum yang sengaja mencemarkan nama baik saya,harga diri keluarga saya tercoreng dimata hukum ,ungkap terdakwa, dengan nada kesal.
Namun permintaan terdakwa untuk tetap menakai toga ditolak oleh ketua hakim .
Sidang semakin memanas ketika ketua Hakim melontarkan kata-kata kepada terdakwa” Bagaimana saudara terdakwa bisa tenang lha hidup terdakwa aja berantakan …?! ,ucap hakim kepada terdakwa.

Spontan ruang persidangan semakin ricuh dan semakin gaduh tatkala anak terdakwa ,sebut saja SN melakukan protes keras kepada hakim ketua “, Yang Mulia bapak hakim..?! saya tidak terima dengan perkata’an bapak hakim dengan mengatakan keluarga saya hidupnya berantakan ,umpat anak terdakwa dengan nada histeris.
Ketua hakim akhirnya memutuskan sesuai permintaan terdakwa dan penasehat hukum terdakwa, bahwa persidangan selanjutnya akan di gelar di Pengadilan Negeri Lain Bukan di PN Sidoarjo dan sidang ditutup oleh ketua hakim sekitar Pukul ,14.15 Wib .

Dalam keteranganya diluar sidang Guntual Laremba S.H dan Tuty Rahayu S.H beserta Penasehat hukum,sangat menyesalkan sikap Ketua Hakim dalam sidang tersebut kurang profesional bahkan terlalu diktaktor dalam mengambil sikap ,apalagi seorang hakim yang seharusnya netral namun diluar itu sangat arogan dengan melontarkan kata- kata menghina privasi terdakwa dengan mengatakan” Hidup terdakwa BERANTAKAN dalam tontonan pengunjung sidang.
Kalau agenda sidang hari ini saya rasa kurang fair ,karena pelapor Ketua PN Sidoarjo dan sidangnya di PN Sidoarjo maka untuk sidang selanjutnya agar digelar diluar PN sidoarjo ,ungkapnya.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan nampak hadir para pemburu berita dari media elektronik,TV One ,Arek TV ,RCTI , Kompas,SBO serta Media Cetak dan On -Line.

Dalam waktu yang sama terdakwa Guntual Larenba S.H memberikan keteranganya kepada para awak media ekektronik ,cetak dan on line menuturkan.
Perlawan Aktivis penggiat hukum pejuang kebenaran, Pengacara Guntual Laremba, Sidang dihentikan Majelis hakim sebelum pembacaan Dakwaan, Indonesia adalah negara hukum, kalau tidak salah harus berani melawan, segala warga negara sama kedudukannya di muka hukum sebagaimana amanat UUD 45 psl 27

Hakim harus menghormati segala perundang – undangan, dan harus memahami betul UU No 48 tahun 2009, sebagai aktivis penggiat hukum pejuang kebenaran sangat menguasai UU tersebut, selama ini banyak masyarakat yg pasrah karena tidak mengerti hukum, bagi mengerti pasti melawan dan menolak segala bentuk kecurangan penegak hukum, perakara kami ini pelapornya adalah ketua PN Sidoarjo, melalui sekertaris dengan Surat Tugas, perkara tersebut siap kami hadapi, oleh karena tidak sesuai hukum dan menyalahi asas LEGALITAS,

Saatnya Officiumm Nobille bersatu meluruskan yg selama ini di bengkokan oleh aparat hukum, Alhamndulillah saya berhasil mempertahankan motto Fiat Justicia Ruat Caelum, demi Marwah Pengacara saya bersama isteri sudah mempelopori perlawanan berdasarkan argumentasi hukum yang benar, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.

Trimah kasih doa dan dukungan seluruh masyarakat,media sosial dan rekan-rekan yang peduli keadilan di seluruh tanah air, tanpa dukungan kalian semua kami tidak ada apa apanya, salam sehat untuk rakyat Indonesia. ( Redaksi )