Gunung Raung Batuk, Kades Sumberarum Instruksikan Warga Agar Tetap Tenang Dan Waspada.

BANYUWANGI, Centralberita.id _ Terdengar sangat jelas suara yang meresahkan itu. Warga sekitar lereng Gunung Raung, mendengar suara gemuruh yang berasal dari gunung yang terletak di tiga Kabupaten yakni Banyuwangi, Bondowoso, Jember ini. Bahkan, warga diminta tetap tenang, dan waspada.

Gunung Raung, hingga Selasa (2/2/2021) terus menunjukkan aktivitasnya. Meski kini asap abu vulkanik yang menyembur intensitasnya cenderung menipis, namun suara gemuruh dari aktivitas Gunung Raung masih saja terdengar oleh warga yang berada di kawasan lereng pegunungan.

Seperti halnya di kawasan Perkampungan Dani, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon ini misalnya, suara gemuruh dari aktivitas Gunung Raung kerap kali tendengar oleh warga.

Letak perkampungan yang hanya delapan kilometer dari Gunung Raung membuat warga di perkampungan yang hanya dihuni 16 Kepala Keluarga (KK) ini dengan jelas mendengar suara gemuruh Gunung Raung.

Menanggapi hal ini, Forpimka Songgon menghimbau kepada warga setempat untuk tidak panik. Namun, warga tetap diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan jika sewaktu-waktu aktivitas Gunung Raung mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan.

Kepala Desa Sumber Arum, Ali Nurfatoni mengatakan, sembari mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19, petugas meminta warga agar selalu mengenakan masker dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Masker penting digunakan selain untuk mencegah penularan Covid-19, juga untuk melindungi pernapasan jika sewaktu-waktu abu vulkanik raung mulai mengarah ke pemukiman warga.

“Masker wajib digunakan. Selain untuk pencegahan covid, masker juga penting jika sewaktu-waktu abu Raungnya mengarah ke sini. Mohon terus dipakai ya,” kata Ali Nurfatoni didamping Kapolsek dan Danramil, Selasa (2/2/2021).

Toni juga meminta warga untuk tidak mudah percaya dengan informasi hoax akan perkembangan aktivitas Gunung Raung.

Menurutnya, pada erupsi tahun 2015 lalu, karena kepanikan warga akan isu hoax, banyak yang memilih menjual ternaknya dengan harga murah. Padahal, meski terjadi erupsi, Gunung Api Raung masih dalam skala aman bagi warga di lereng pegunungan.

Agar kejadian tersebut tak terulang, lanjut Toni, warga diminta untuk tetap mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh pihak yang berwajib agar tak mendekati gunung dalam radius dua kilometer.

“Jangan sampai kejadian pada tahun 2015 lalu kembali terulang. Dulu itu banyak warga jual ternaknya dengan harga murah karena termakan isu hoax. Hingga saat ini belum ada rekomendasi untuk mengungsi. Warga harus tetap tenang tapi tetap waspada. Yang jelas suara gemuruh Raung saat ini masih terdengar,” ucap Toni saat berada di Perkampungan Dani, Kecamatan Songgon.

  1. Sekedar diketahui, Gunung Api Raung setinggi 3.332 MDPL ini tercatat kembali mengalami erupsi sejak tanggal 21 Januari lalu. Meski kerap kali mengeluarkan asap abu vulkanik hingga cahaya api, erupsi Gunung Raung kali ini masih dalam skala erupsi kecil. (Oni/ Rhm)