Tujuh Ruko Di Entikong Ambruk Akibat Longsor, Harapan Warga Ada Bantuan Pemerintah Dalam Masalah Ini

SANGGAU (Kalbar), Centralberita.id Informasi kembali diterima pada Rabu sore (03/02/2021), pada pukul 16:15 WIB telah terjadi bencana tanah longsor di pinggiran ruas jalan perbatasan Entikong, kejadian tepatnya terjadi di Dusun Bunuan Desa Entikong Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

Dalam kejadian ini mengakibatkan tujuh rumah ruko ambruk rata dengan tanah, dikarenakan curah hujan diwilayah entikong pada saat ini sangat tinggi di tambah lagi tanah tempat pemukiman bangunan ruko milik warga tersebut merupakan tanah timbunan.

Awal kejadian longsor tersebut bermula diketahui oleh warga Entikong yang bernama Joko Winoto melihat dengan jelas kejadian tersebut.

“Pada saat kejadian itu sekitar jam 4 lewat 15 sore saya tepat di lokasi kejadian dan secara tiba-tiba saja saya mendengar ada suara tanah yang tepatnya salah satu rumah warga itu, dengan segera saya beserta orang- orang yang berada disekitar lokasi itu langsung memberikan peringatan kepada tetangga lainnya untuk segera meninggalkan rumahnya masing- masing dan akhirnya merekapun keluar dengan selamat dari musibah itu,” jelas Joko.

Selanjutnya dari keterangan yang dihimpun oleh awak media yakni pemilik rumah Maria Bulok yang juga sebagai korban longsor memberikan beberapa penjelasan terkait musibah tersebut.

“Bahwa pada saat kejadian itu,kami masih didalam rumah pak, dan terjadinya peristiwa itu sekitar sore jam empat. Sementara untuk barang-barang berharga seisinya juga tidak dapat diselamatkan, karena saking paniknya kami lari keluar dari rumah saat itu, tanah yang ada didepan rumah tersebut langsung terbelah dua, cuma kebetulan saja didepan garasi itu ada mobil dan kami juga ikut naik mobil terus langsung lari begitu saja menyelamat diri kami ketempat yang aman,” tambah Maria.

Maria juga menjelaskan, jika dilihat dengan cara saksama penyebabnya adalah didepannya itu sudah nampak jelas bahwa tanah tersebut tidak bisa menahan air hujan yang deras sehingga air hujan jika turun selama 24 jam secara terus menerus langsung masuk ke dalam tanah sehingga membuat tanah didalamnya menjadi tidak keras sehingga terbelah dua karena diposisi jatuhnya air tepat dititik ditanah terbelah dua tersebut.

Didalam kejadian itu Maria Bulok juga merasa penderitaan yang dialaminya sampai tapsiran kerugian khusus dari rumahnya sendiri beserta isinya yang ada didalamnya mencapai kisaran 400 juta rupiah.

Dan harapannya kepada pemerintah agar dapat membantu dalam mengatasi masalah ini agar segera dapat terselesaikan,mengingat rumah kami sudah hancur semuanya,hingga dengan apa yang kami derita saat ini dapat dibantu oleh pemerintah.

Bahkan dari pihak Polsek Entikong, Danramil Entikong, Camat Entikong dan Satgas Pamtas Entikong juga bersinergis bergandengan tangan bersama-sama berupaya untuk melakukan bantuan kepada warga yang mengalami musibah longsor tersebut.

Dalam peristiwa longsor itu, tidak ditemukan adanya korban jiwa, namun kerugian warga pemilik dari masing- masing ruko tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Selanjutnya, adapun nama-nama pemilik 7 ruko yang terkena dampak longsor saat ini diantaranya Sukiman, Siti Rohana, Awaludin, Daswir, Sastika, Maria Bulo dan Erlena Bambi.

“Semoga dengan peristiwa korban longsor ini kiranya pemerintah dapat ringan tangan dalam membantu untuk mengatasi masalah ini dengan segera,” pungkas Maria. (F. Manurung/CB. Hutagaol)