Pendataan Jumlah Rumah Warga Terdampak Longsor Dari Pemerintah Desa Entikong Bersama Instansi Terkait

SANGGAU (Kalbar), Centralberita.id Informasi terbaru yang media ini himpun dari lapangan berdasarkan data dari Kepala Desa Entikong, Kiki mengatakan berdasarkan jumlah yang sudah terdata sesuai kadaan di lapangan yang didata oleh pihak pemerintah Desa bersama instansi terkait mengatakan bahwa jumlah rumah milik masyarakat yang terdampak longsor di Dusun Entikong Benuan sebanyak 13 Kepala keluarga dan 13 unit rumah yang terdiri dari dua RT yaitu RT 004 sebanyak 7 Unit Rumah dan di diami 7 kepala keluarga dengan jumlah penghuni 10 orang.

Sedangkan di Dusun Entikong Benuan, RT 002 sebanyak 6 Unit Rumah dan di diami 6 kepala keluarga dengan jumlah penghuni 20 orang.

Menurut Kades Entikong, kiki
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, menyebabkan longsor dan 13 rumah ambruk.

Terjadinya Longsor akibat hujan deras terjadi pada sekitar pukul 16.00 wib pada Rabu lalu (03/02/2021). Dan perlu diketahui bahwa pada awalnya memang informasi awal masih simpang siur di karenakan kita belum bisa mendata di karenakan dalam kondisi darurat dan kita bisa maklum itu.

Lebih lanjut kades menjelaskan bahwa kondisi rumah yang terdampak longsor di RT 004 Ketujuh buah rumah rusak berat semuanya. Sedangkan yang di RT 002 terdapat 1 rumah rusak parah karena tertimbun longsor dan hanya atap saja yang kelihatan dan kelima buah rumah hanya terjadi tanah longsor di belakang rumah dan beresiko longsor susulan, jadi warga tidak berani untuk menempati rumahnya,” ungkapnya.

Berikut nama-nama pemilik rumah ruko yang ambruk. Di RT 004 yaitu Herlena Bambi, Maria Bulo, Sastika, Daswir, Awaludin,bSukiman dan Devi.

Sedang korban Untuk RT 002 terdiri dari
Indra Hartono, Ridwan, Ramlan Siregar, Arun, Ai Surya dan Adi Suhada.

“Kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa dan tidak ada yang luka, jadi ada 30 jiwa yang sekarang di ungsikan atau menyelamatkan diri, untuk sementara mereka numpang tempat keluarga yang rumahnya aman dari longsor,” pungkasnya. (F. Manurung/CB. Hutagaol)