Gudang Kertas BODONG…,? ” SATPOL PP Mojokerto ” MLEMPEM ..!

Mojosari,centralberita.id – Polemik gudang avalan kertas yang berdekatan dengan SPBU terkesan ada pembiaran oleh SATPOL PP Kabupaten mojokerto dan terkesan tutup mata .

Gudang avalan kertas yang berdekatan dengan SPBU Pertamina 54.613.10 Raya mojosari – pacet desa Awang -awang kecamatan Mojosari rawan kebakaran dan berdiri dibawah tower sutet.

Aba Rosyid selaku pemilik gudang ketika dikonfirmasi melalalui telpon seluler oleh jurnalis CB ,memang benar itu usaha miliknya .

” Gudang avalan kertas yang sudah lama beroperasi sudah ada ijin IMB dan surat terkait perizinan lagi saya jaminkan di Bank , kalau mau tanya surat perijinanya bisa tanyakan ke pihak Bank ,ungkapnya.

Merasa kurang puas dengan hasil jawaban pemilik gudang kru jurnalis CentralBerita,melanjutkan konfirmasi ke satpol pp kabupaten mojokerto .

Dalam keteranganya bapak Zaki Satpol pp kabupaten mojokerto mengatakan,” Bahwa Satpol Pp Kabupaten Mojokerto sudah melakukan sidak ditempat gudang avalan milik aba Rosyid dan sudah melayangkan surat panggilan sampai tiga kali namun pihak pemilik belum bisa menunjukan surat ijin usaha yang sudah berdiri tiga tahun.

Masih dalam keteranganya” saya juga sudah minta agar pihak pemilik gudang menunjukan data foto copy surat tersebut, namun dijawab pemillik gudang” surat asli masih di bank pak..! kalau saya mau minta foto copy suratnya saya harus bayar tunggakan di bank ,ungkapnya.

Tuty Laremmba S.H yang menaggani atas pengaduan masyarakat sangat menyesalkan dengan tindakan Satpol PP Kabupaten Mojokerto selaku penegak perda bahkan cenderung kurang tegas dengan pelanggaran perda terhadap gudang tersebut.

Satpol PP kabupaten Mojokerto harus berani ambil tindakan tegas karena gudang avalan kertas itu berdampak sangat membahayakan masyarakat dan keberadaan gudang tepat berada di bawah tower sutet ,ungkapnya .

Terkait gudang yang berdampak resiko terhadap masyarakat sekitar, ini perlu disikapi dengan tegas oleh pihak Satpol PP Kabuoaten mojokerto yang mana gudang tersebut sudah beroperasi sejak 3 tahun tanpa memilki ijin serta dokumen resmi dan terkait itu pula sudah diperjelas berdasarkan data di DPMPTSP bahwa usaha pengepulan limbah kertas yg berlokasi di desa awang-awang kecamatan mojosari belum melakukan pendaftaran OSS dn blm mndapatkan NIB dan izin yang telah dilaksanakan pemenuhan komitmen,dalam arti belum dipenuhi perizinan sama sekali berupa : ijin lokasi , IMB serta izin usaha dan izin operasional sesuai surat No:503/30/416-115.3/2021,jadi tidak ada alasan pihak satpol pp untuk menindak pelaku usaha yang melanggar perda, sehinga tidak ada kesan adanya pembiaran bagi pelaku usaha nakal yang tidak ada ijinya “untuk itu kami meminta agar segera dilakukan penutupan usaha tersebut dan apabila masih beroperasi akan berdampak merugikan bagi sekitarnya.

Apapun alasan yang disampaikan pihak usaha pengepul kalau tidak mempunyai izin resmi tentunya dari pihak Satpol PP terkesan lamban dan kurang tegas dalam bertindak .Bersambung…

( Lung,Her,Fat )