SEKDES Bening Gondang Diduga Kuat Menyalah Gunakan Jabatan Demi Kepentingan Pribadi

Mojokerto,CentralBerita id –
Program pemerintah untuk mempermudah akses pengurusan tanah melalui program PTSL tampaknya disalah gunakan menjadi ladang mengeruk keuntungan pribadi

Seperti halnya Fujianti seorang Sekdes didesa Bening Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto yang disinyalir memanfaatkan wewenang nya untuk menahan sertifikat tanah seorang warga atas nama Fathul Hayyi

Hal ini terungkap setelah diketahui dalam berita Pemanggilan polisi bernomor B/1/14/X/RES.1.11/2020/SATRESKRIM

Dalam hal ini Fujianti di duga melanggar pasal 1 ayat (4), pasal 4, pasal 5 ayat (1) dan ayat (2) undang undang nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana dan juga Undang undang nomor 2 tahun 2020 tentang kepolisian negara republik indonesia

Pelaporan yang diajukan pada rabu tanggal 4 November 2020 hingga saat belum ada titik kejelasan, hingga pada saat tim mencoba mengkonfirmasikan ke Polres Mojokerto pada senin (8/3) terkesan lempar tanggung jawab

Ditemui team Investigasi Aipda Tri Laksono S.H selaku penyidik dalam hal ini, yang sebelum nya di telepon melalui aplikasi WA dan disarankan untuk menemui Kasat Reskrim langsung yang pada saat itu ada giat pers rilis.

Tidak berhasil menemui Kasat Reskrim akhirnya tim ditemui langsung oleh Aipda Tri Laksono S.H yang sempat mempertanyakan kapasitas seorang jurnalis “apa kapasitas anda kok menanyakan kelanjutan kasus tersebut” ujarnya dihadapan team awak media.

Setelah menjelaskan panjang lebar akhirnya Aipda Tri Laksono S.H mengarahkan untuk bertanya kepada Kanit karena dia tidak berhak memberikan statemen terhadap kasus tersebut, dalam hal ini insting seorang jurnalis mencium kejanggalan dalam penanganan kasus yang melibatkan Sekdes desa Bening.

Saat korban di tanya via pesan singkat tentang keberadaan sertifikat yang ditahan tersebut, dia menyebutkan sampai saat ini belum dikembalikan dikarenakan istri korban berhutang secara pribadi kepada Fujianti selaku Sekdes Desa Bening. ( Bersambung )

( REDAKSI )