Sisiwi SMK Di Surabaya ” Trauma Masuk Sekolah ,Sering Dicabuli Kepala Sekolahnya

Surabaya – centralberita.id – Dunia pendidikan tercoreng lagi ,sebut saja inisial AF (53),oknum kepala sekolah (Kepsek) SMK Tanwir Surabaya.
AF dilaporkan orang tua dari siswi sebut ARN (19),ketika mendengar pengakuan dari anaknya yang sering dicabuli oleh oknum kepala sekolah pada bulan desember 2019 silam.
Orang tua korban curiga dengan gelagat anaknya dikarenakan takut masuk sekolah mas ,ungkapnya pada awak media centralberita.id .

Mendengar pengaduan dari orang tua korban ,kru awak media mendatangi sekolahan ARN guna meminta klarifikasi kebenaran pengakuan orang tua korban atas perbuatan oknum AF yang juga kepala sekolah SMK Tanwir.
Namun ketika awak media mendatangi sekolah tersebut tidak ada guru pengajar yang ada disekolah dan hanya di temui satpam sekolah.

” Maaf mas saya tidak tahu kalau ada masalah dengan AF selaku kepala sekolah,besok saja bisa tanyakan langsung kepada yang bersangkutan karena beliau masih memenuhi panggilan dan diperiksa penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya, dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa (9/3/2021).

AF memenuhi panggilan yang sebelumnya dilayangkan Mapolrestabes Surabaya terkait dugaan pencabulan terhadap anak, yakni siswinya ARN (19), di ruang kepala sekolah, Desember 2019.

Dalam waktu bersamaan keterangan keluarga korban Sebelumnya, saat melapor ARN diantar langsung oleh ayahnya S (56) warga kawasan Jalan Demak, Surabaya. Dengan surat tanda lapor Nomor LP-B/210/III/Res 1.24/2021/Reskrim/SPKT Polrestabes Surabaya.

Dugaan pencabulan terungkap Februari 2021, setelah orang tua korban mendesak anaknya lantaran tidak mau ke sekolah. Murung, ketakutan serta trauma pasca kejadian yang dialami.
SMK Tanwir Surabaya
Pantauan media ini, petang itu AF berjalan menunduk menyembunyikan wajah ditemani tiga orang lelaki, yang seorang dengan rambut berkuncir diketahui bernama Khoirul yang disebut-sebut sebagai kuasa hukum. AF terlihat mengenakan kemeja batik dan bercelana kain warna gelap.
Kurang lebih tujuh jam AF diperiksa penyidik dan selesai sekitar pukul 17.15. WIB.

Pemeriksaan untuk yang pertama kali ini, AF diberondong 40 pertanyaan oleh penyidik.

“Sekitar kurang lebih 40 pertanyaan. Nggak terlalu banyak juga, sih,” kata Khoirul, saat ditanya di pintu keluar gerbang Mapolrestabes.
Khoirul menyebutkan, dalam kasus ini kliennya akan kooperatif dan akan mengikuti proses hukum.

“Secara spesifik terkait pemeriksaan klien kami menegaskan akan tetap kooperatif mengikuti proses hukum,” ucap Khoirul.
Terkait itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian membenarkan adanya pemanggilan terhadap kepala sekolah SMK Tanwir Surabaya itu.

“Tadi kepala sekolah (AF) sudah diperiksa oleh penyidik Unit PPA,” kata Oki.
Namun, pihaknya belum menjelaskan secara detail terkait hasil pemeriksaan karena laporannya belum diterima.
“Nanti saya tanyakan ke penyidiknya, hasil pemeriksaannya bagaimana,” pungkas Oki. (Bersambung)

REDAKSI/ TEAM