Merasa Diperas Mengaku Dekat Dengan Oknum Anggota Polisi,” Keluarga Korban Bersama ” LSM TINDAK INDONESIA Datangi POLDA KALBAR

Sanggau,Kalbar – Centralberita.id – Merasa diperas ratusan juta oleh oknum yang mengaku anggota Polri dari mabes , Keluarga korban Sunarto asal Dusun Tapang sebeloh ( Alamat di redaksi ) mendatangi LSM TINDAK INDONESIA guna untuk meminta pendampingan hukum atas musibah yang dialami keluarganya.

Sunarto menerangkan kepada Jurnalis CB ,bahwa kejadian yang menimpanya karena sering diteror dari orang yang berada di dekatnya serta melalui oknum yang tidak bertanggung jawab,meminta sejumlah uang yang sangat besar nilainya hingga ratusan juta rupiah.

Kemudian setelah ditelusuri dari hasil investigasi LSM TINDAK Indonesia, terdapat suatu kasus yakni tindak pidana penipuan dan pemerasan mengatas namakan oknum kepolisian oleh saudari inisial MK bersama TN.

Dari kronologis kejadian
bermula dari tertangkapnya Aldy, Andreas Tutung dan Elisius pada hari rabu tanggal 17 februari 2021 yang dilakukan oleh Bareskrim Polri dengan nomor surat penahanan SP-HAN/NO.26/ II / 2021 / RESKRIMUM yang dikeluarkan di Jakarta tertanda KOMBES POL GEMBONG YUDHA,Kapsudit IV Sit Dipidnarkoba,di Hotel Hujan Emas kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat.

“Saya dan keluarga di kampung mendapat kabar penangkapan Elisius dari saudari Mika ( istri dari Andreas Tutung ).Namun
tidak ada pemberitahuan berupa surat penangkapan Elisius dari pihak Bareskrim Polri yang ditujukan kepada pihak keluarga ydi kampung.”TuturSunarto.

“Adapun dari berbagai macam informasi untuk perkembangan kasus tersebut diatas melalui saudari MK dan TN yang dikatakan keduanya memiliki akses komunikasi dengan pihak Bareskrim Polri dan kami hanya dapat pemberitahuan dari kedua orang tersebut.
Sementara untuk perkembangan kasus penahanan Elisius beserta kawan- kawan yang dikabarkan oleh saudari MK ,karena mengingat bahwa kabar itu sangat penting sekali dan sangat perlu perhatian penuh dari pihak keluarga kami tentunya.

“Dengan berbagai rayuan MK mendesak saya untuk menyiapkan sejumlah uang tebusan untuk Elisius yang diminta oleh pihak kepolisian sebesar 200 juta dengan jaminan Elisius dan kawan- kawannya bisa bebas dari penahanan Bareskrim Polri, paparnya.”

Selanjutnya pada tanggal 19 februari 2021, kami melakukan transfer pertama kalinya atas permintaan saudari MK sebesar 10 juta Rupiah untuk Elisius dan Kawan- kawannya, sementara kepada Sunarto Abang kandung dari pada Elisius diminta sebesar 3 juta Rupiah.Sehingga uang tersebut ditransfer kepada ibu Subariah yang biasa disebut ibu kantin diMabes Polri, (terlampir resi ) sebesar 5 juta Rupiah digunakan untuk membayar makan dan minum Elisius dan kawan- kawannya selama dalam penahanan Bareskrim.
Kemudian Uang 5 juta rupiah lagi untuk mengondisikan keamanan korban ,desakan itulah maka saya dipaksa untuk segera memberikan uang tebusan sebesar 200 juta yang terus- menerus dilakukan saudari MK kepada saya serta keluarga saya lainnya, tuturnya.
Merasa terus mendapat tekanan ,

“Sehingga pada tanggal 27 Februari 2021 saya mendatangi Lsm Tindak Indonesia perwakilan Sanggau guna untuk membantu saya dalam mencari informasi lebih akurat tentang status kebenaran tahanan adik saya serta keberadaan nya.”

Hotel tempat penangkapan
INSERT : Hotel tempat korban ditangkap

Kemudian pada tanggal 3 Maret 2021 kami menelusuri ke Hotel Hujan Emas ditayan Hilir, langsung menemui karyawan Hotel Hujan Emas dan kroscek ke buku daftar catatan tamu, memang benar terlihat jelas ternyata benar pada hari Rabu tanggal 17 February 2021 ada terdaftar 2 kamar atas nama Aldi di kamar 201 dan 208 informasi dari karyawan Hotel Hujan Emas bahwa sekitar setengah jam setelah Aldi di ruangan kamar Hotel tersebut, datang secara tiba- tiba beberapa anggota yang mengaku Anggota dari Jakarta langsung membawa Aldi dan kawan- kawannya bersamaan dengan ketiga sepeda motor milik mereka.
Sempat juga salah satu karyawan Hotel hujan Emas menanyakan pada Anggota apa permasalahan sebenarnya yang terjadi …? Sempat dijawab mengaku dari Jakarta itu mengatakan berkerjasama dengan Polsek Tayan Hilir,dan motor mereka titipkan di kantor Polsek Tayan Hilir.
Setelah mendengar penjelasan dari karyawan hotel tersebut,Tim TINDAK INDONESIA merapat ke Mapolsek Tayan Hilir ternyata disitu juga tidak di ketahui juga oleh Polsek Tayan Hilir, dalam kejadian penangkapan yang terjadi di Hotel Hujan Emas.Dengan spontan anggota Kapolsek Tayan hilir sangat kaget sekali mendengar hal itu, dan langsung membawa Tim TINDAK mendatangi hotel Hujan Emas yang jaraknya kurang lebih 500 meter dari kantor Kapolsek.Karena mereka benar-benar tidak mengetahui jika adanya penangkapan saat itu.Sesampainya di Hotel Hujan Emas, karyawan Hotel ada menyatakan” bahwa benar Aldi dan kawan-kawan di masukin di mobil, sedangkan motor di bawa anggota yang mengaku dari Jakarta tersebut.
“Namun demikian Anggota polsek mengatakan dan menjelaskan tidak ada titipan motor bahkan mereka kaget dan benar-benar tidak mengetahui hal itu.
pada tanggal 4 Maret 2021,Tim TINDAK Indonesia menemui Wasidik Reskrimum Polda Kalbar untuk menanyakan keaslian surat penahanan dan mendapat arahan agar menanyakan keaslian surat penahanan tersebut kepada bagian Narkoba yang ada di Polda Kalbar.


Tanggal 5 Maret 2021 kami mendapatkan keterangan langsung dari direktur kriminal Narkoba Polda Kalbar bahwa surat penahanan yg pertama diatas adalah salah satu bentuk penipuan.
Keberadaan Elisius adik saya sudah mendapatkan titik terang dan jelas didapati yakni sudah berada di Jakarta dalam penahanan Bareskrim Polri di bawah komando kasubdit Kombes gembong Yudha,S.P, SH, MH Dan pada akhirnya Saya merasa lega sekali dapat berkomunikasi dengan adik saya ( Elisius ) melalui sambungan via telepon langsung di berikan oleh bapak direktur narkoba Kalbar Kombes Yohanes Hernowo.”
Di samping itu beliau mengatakan” bahwa mereka menginap di Hotel Kapuas Palace dan sepeda motor dititipkan di Hotel .
mereka menggunakan greve ke Tayan tertangkap nya di perjalanan Daerah Tayan. dan sepeda motor boleh bapak-bapak ambil di Hotel Kapuas Palace asal ada bawa STNK.
mendengar penjelasan dari Kombes Yohanes Hernowo kami dari Tim TINDAK Indonesia langsung meluncur ke Hotel Kapuas Palace.
Sesampai di Hotel kami langsung menemui Nelson Sitorus selaku Manejer Hotel Kapuas Palace dan menanyakan keberadaan sepeda motor milik Elisius dan kawan- kawannya.
Kombes Pol.Yohanes Hernowo menyarankan,agar jangan mengirimkan uang jika ada yang meminta
karena modus penipuan sering terjadi kepada pihak keluarga terduga tindak pidana narkoba, ucap Kombes Yohanes Hernowo.”

LSM TINDAK INDONESIA akan terus memantau kasus tersebut ,agar persoalan ini segera di tuntas kan dan jika ada aparat yang terlibat dalam hal ini harus diproses secara hukum agar citra Promoter Polri terjaga.

( Yoh.Amlan/Fernando.M )