Demi PELAKOR ,Suami Gugat Cerai Istri Di PA Surabaya

Surabaya, centralberira.id – Gagal mempertahankan mahligai rumah tangganya, S ( 47 ) warga mojokerto harus merelakan sang suami melakukan gugatan cerai talak di Pengadilan Agama Surabaya .

S ( Termohon ) yang dikarunia empat anak ini menceritakan kronologi awal kepada awak media dengan niat sang suami keluarkan cerai talak kepada dirinya.

” Sebenarnya saya sudah ber-upaya untuk mempertahankan rumah tangga saya dan karena suami sudah ada hubungan dengan wanita lain ,ya..apa boleh buat mas ,harus dibawa ke meja Pengadilan Agama karena saya harus juga menuntut hak saya selagi menjalin rumah tangga dengan beliaunya.
Apalagi ada hak anak dari hubungan kami yang juga harus diperjelas kewajiban ke anak.
Dari awal menjalin rumah tangga awalnya harmonis ,dan sifat suami berubah ketika ada wanita idaman lain ( WIL ) ,bahkan perlakuan kasar suami sangat diluar kewajaran mas,ucapnya .

Masih dalam keterangan yang sama ,apalagi suami saya M.R (45 ) asal Cilegon Banten tidak ada etikad baik dengan nasib keluarga saya ,bahkan ada niat untuk memindahkan aset harta milik bersama dan lebih memilih hidup dengan wanita lain, mas..? Tuturnya.
Sidang perdana ini adalah sidang pengajuan gugatan hak saya dan semua sudah diatur oleh pengacara saya ,imbuhnya.

Didampingi Kuasa Hukumnya Jadung S.H ,semua sudah saya serahkan ke pengacara saya.
Jadung S.H selaku penasehat hukum tergugat menjelaskan :

” Terkait keberada’an klien saya,semua prosedur hukum tetap harus dijalankan ,apalagi hak istri dan hak asuh empat orang anaknya harus dipenuhi berdasarkan hasil sidang nanti,karena tuntutan sudah kami buat sesuai dengan hak istri agar semua berjalan sesuai prosedur perceraian,tuturnya.

Dalam sidang yang pertama ini ,kita semua harus menta’ati proses prosedur hukumnya.
Karena klien ada 4 anak kandungnya yang masih kecil perlu biaya ke depanya.

Untuk agenda sidang cerai talak perdana ini ,ada upaya mediasi dan hasil dari mediasi akan ada tahapan persidangan lagi ,mas ..ungkapnya pada awak media.

By REDAKSI CB