Tidak Percaya Dengan” GAKUM ” Warga Emosi Gruduk Gudang Penimbunan Limbah B3

Tulungagung,CentraBerita.id – Aksi warga yang beramai-ramai mendatangi gudang penimbunan limbah B3 kini kembali memberontak. Warga kali ini sangat geram dengan adanya aktivitas yang telah dilakukan oleh si pemilik gudang tersebut, Sebut saja Komar.

Gudang penimbunan B3 yang terletak di dusun Baron desa Boro Kecamatan Kedungwaru kini semakin meresahkan warga. Bagaimana tidak, efek dari penimbunan tersebut menimbulkan aroma tak sedap yang sangat luar biasa. Belum juga hasil dari timbunan tersebut di buang di aliran sungai brantas yang berdampak pada pencemaran lingkungan atau ekosistim sungai.

Camat kedungwaru Hari Prastijo saat dikonfirmasi oleh Media beliau Berkata, “Bentuk akumulasi dari kemarahan warga yang kebetulan hari ini adalah puncaknya, yang sebelumnya warga berkali-kali cuma bisa menahan diri. Dan memang warga pada pagi ini menemukan beberapa truck yang keluar masuk di area gudang penimbunan tersebut, padahal sudah ada kesepakatan antara pelaku usaha dengan warga bahwa tidak boleh mengadakan aktivitas apapun”, Ujarnya.

Mudah-mudahan hari ini ada titik temu, artinya bilamana tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, harus di proses secara hukum sebagaimana mestinya, Imbuhnya.

Untuk meredam aksi warga, Kapolsek Kedungwaru AKP Siswanto Menambahkan, “Sambil menunggu tim dari Dinas Lingkungan hidup Provinsi Jatim, untuk sementara 2 unit truck pemuat limbah B3 akan di amankan atau dititipkan di gudang Kades Boro, kalau kita amankan di polres tulungagung itu tidak ada tempatnya”. Ucap AKP Siswanto. Kamis, (26/03).

Santoso selaku DLH Tulungagung juga berkata bahwa hasil lab dari Gakkum sendiri sampai saat ini belum keluar dikarenakan personil Gakkum jumlahnya sangat terbatas. Sedangkan yang ditangani bukan hanya di tulungagung saja tapi Se-Jabalnusra.

Hari ini dari pihak DLH Tulungagung sendiri juga mengambil sample limbah B3 untuk di uji lab kan. Lantas bagaimana dengan hasil sidak dan uji lab Gakkum yang sudah hampir 2 bulan ini tidak ada titik terangnya. Ada apakah…?

Padahal sudah jelas itu sebuah pelanggaran tapi kenapa dinas terkait seakan menutup mata dan ada sesuatu yang mengganjal dalam peristiwa ini, apakah sudah terkondisikan atau bagaimana. (REDAKSI CB)