Kartini GPMI, CV. BG Dan Sekda Sultra, Terkait Dugaan korupsi Area Parkir

SULTRA, Centralberita.id _ Kami dari Gerakan Perempuan GPMI mengharapkan kejati Sulawesi tenggara agar serius dalam menangani dugaan korupsi yang pernah kami laporkan, yaitu terkait dugaan korupsi area parkiran Gubernur sebesar 1 miliar.

Hal tersebut disampaikan perwakilan Gerakan Perempuan GPMI (Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia) Ratna memperingati Hari Kartini. Ratna meminta Kejaksaan tinggi Sulawesi tenggara agar segera memanggil dan periksa Sekretaris daerah Sulawesi tenggara dan direktur CV. BG terkait dugaan tindak pidana korupsi area parkir Gubernur provinsi Sulawesi tenggara.

“ Dugaan korupsi area parkiran yang merugikan Negara senilai 1 miliar lebih sudah pernah kami (gpmi.red) adukan di Kejati Sulawesi tenggara tertanggal 30 Maret 2021 lalu, ” beber Ratna.

Ratna menjelaskan dugaan korupsi CV. BG Penataan Area Parkir kantor Gubernur senilai Rp.1.105.465.672 diduga ada indikasi korupsi dikarenakan adanya kekurangan volume berdasarkan Hasil LHP BPK RI tahun anggaran 2019.

Penataan Area Parkir Kantor Gubernur dilaksanakan oleh CV BG  berdasarkan Surat Perjanjian (kontrak) Nomor 602/7436 tanggal 2 Desember 2019 dengan nilai sebesar Rp1.965.480.000,00 selama 30 hari kalender mulai 2 Desember s.d 31 Desember 2019.
Pekerjaan telah dinyatakan selesai 100% melalui Berita Acara Serah Terima Pertama (PHO) Nomor 602/7436 tanggal 31 Desember 2019. Pembayaran tersebut dilakukan secara bertahap melalui SP2D.

“ Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan perhitungan bersama dengan PPK yang diwakili oleh PPTK, Inspektorat, kontraktor pelaksana, dan konsultan pengawas atas pekerjaan tersebut, diketahui bahwa terdapat kekurangan volume pada pekerjaan galian tanah total sebesar Rp.1.1 Miliar, ” ungkap Ratna.

GP-GPMI juga mendesak agar Sekda selaku PPK dan Direktur CV. BG segera mengembalikan kelebihan pembayaran sebesar 1 miliar tersebut.
“ Direktur CV. BG dan Sekda Sultra untuk segera mengembalikan dugaan kerugian negara dari pekerjaan tersebut. Kami meminta kepada pihak berwajib agar segera memanggil dan memeriksa di rektur CV. BG, ” pungkasnya. (Pusnawir)